![]() |
| Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak perusahaan Pertamina yang berfokus pada energi terbarukan. | PGEO |
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengkaji peluang pengembangan green data center berbasis energi panas bumi sebagai bagian dari diversifikasi bisnis rendah karbon.
Inisiatif ini dijajaki melalui kolaborasi dengan Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, dengan fokus awal di Wilayah Kerja Panas Bumi Kamojang, Jawa Barat. Kajian tersebut disampaikan pada Sabtu (13/12/2025) di Jakarta, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital nasional.
Langkah ini diarahkan untuk mengintegrasikan sumber energi terbarukan yang stabil dengan kebutuhan listrik pusat data yang terus tumbuh. PGEO menargetkan proses Final Investment Decision pada akhir 2025 setelah menandatangani joint agreement dengan calon mitra pengembang.
Lonjakan kebutuhan pusat data menjadi latar utama kajian tersebut. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat Indonesia memiliki lebih dari 212 juta pengguna internet.
Kapasitas data center nasional diproyeksikan meningkat dari sekitar 520 megawatt pada 2025 menjadi 1,8 gigawatt pada 2030. Pertumbuhan ini turut mendorong permintaan listrik dari sektor industri digital.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Pertamina Geothermal, Edwil Suzandi, menjelaskan bahwa tren tersebut membuka ruang keterlibatan PGEO di luar penjualan listrik konvensional.
“Berdasarkan proyeksi pertumbuhan konsumsi kelistrikan di industri, hampir 26 persen didorong oleh pertumbuhan data center,” ujarnya.
Menurut dia, panas bumi menawarkan pasokan energi yang andal sekaligus rendah emisi untuk mendukung operasional pusat data.
Lokasi Kamojang dipilih karena memiliki sumber panas bumi yang stabil dan infrastruktur yang relatif matang. Di sisi lain, pengembangan green data center ini dirancang tanpa pembukaan sumur baru, sehingga memaksimalkan aset eksisting.
Skema tersebut sejalan dengan strategi Beyond Electricity PGEO yang menitikberatkan penciptaan nilai tambah dari panas bumi untuk berbagai sektor industri.
Dari sisi industri digital, Ketua Umum IDPRO Hendra Suryakusuma menilai pemanfaatan panas bumi menjawab kebutuhan jangka panjang pusat data.
“Inisiatif ini menjawab tantangan ketersediaan energi sekaligus penurunan emisi karbon secara sistemik,” katanya.
Ia menambahkan, penggunaan energi terbarukan menjadi pertimbangan utama bagi pelaku industri data center dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, dukungan akademik disiapkan untuk memastikan kesiapan teknis proyek. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum Fakultas Teknik UI, Dalhar Susanto, mengatakan integrasi panas bumi dengan pusat data membuka ruang inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kami siap memberikan dukungan keilmuan agar pengembangan ini berjalan optimal dan memberi manfaat bagi ekosistem energi serta digital,” tuturnya.
Saat ini, PGEO masih berada pada tahap kajian teknis dan komersial bersama para mitra. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan investasi sebelum proyek masuk ke tahap implementasi.

0Komentar