![]() |
| peluncuran resmi mobil listrik pertama Perodua, yang diberi nama QV-E. | Paultan |
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim resmi meluncurkan Perodua QV-E di Kuala Lumpur pada Senin (1/12/2025), menandai debut mobil listrik pertama yang sepenuhnya dikembangkan di dalam negeri. Model ini menjadi langkah baru Malaysia di industri electric vehicle setelah sebelumnya Proton eMas 5 hadir sebagai rebadge dari Geely Star Wish. Peluncuran ini berlangsung di tengah dorongan pemerintah memperkuat kapasitas produksi otomotif nasional.
Dalam acara tersebut, Anwar menyebut peluncuran QV-E sebagai tonggak penting bagi sektor manufaktur lokal. “Hari ini saya sangat bangga sebagai rakyat Malaysia menyaksikan keberhasilan perusahaan lokal mewujudkan kehadiran kendaraan listrik pertama Perodua,” ujar Anwar saat memberikan sambutan.
Spesifikasi dan fitur keselamatan
Perodua QV-E dipasarkan dengan harga 80.000 ringgit atau sekitar Rp323 juta, belum termasuk baterai yang disediakan melalui skema Battery-as-a-Service (BaaS) sebesar 275 ringgit per bulan. Menggunakan motor listrik 150 kW (204 PS) dan torsi 285 Nm, mobil ini mampu menuntaskan akselerasi 0–100 km/jam dalam 7,5 detik dengan kecepatan puncak 165 km/jam.
Tenaga tersebut ditopang baterai lithium iron phosphate (LFP) 52,5 kWh produksi CATL yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 445 km berdasarkan standar NEDC. Sejumlah publikasi otomotif Malaysia seperti paultan.org dan Soyacincau menyebut QV-E sebagai model Perodua dengan performa tertinggi sejauh ini.
Fitur keselamatan menjadi salah satu sorotan, termasuk paket ADAS lengkap serta teknologi Child Presence Detection (CPD) berbasis gelombang milimeter.
CPD berfungsi mendeteksi keberadaan anak atau hewan di kabin saat mobil dimatikan dan akan membunyikan klakson sebagai peringatan. Model ini telah meraih rating lima bintang ASEAN NCAP dengan skor 88,36 poin.
Ambisi industrialisasi EV Malaysia
Pengembangan QV-E dilakukan melalui proyek P01A dengan biaya 800 juta ringgit dan melibatkan 266.000 jam riset sejak Agustus 2023. Perodua bekerja sama dengan konsultan Austria Magna Steyr untuk merancang platform kendaraan ini.
Perusahaan menargetkan kandungan lokal sebesar 50 persen pada awal 2026 dan 70 persen pada 2030, dengan 52 vendor lokal telah terlibat dalam rantai pasok.
CEO Perodua Zainal Abidin Ahmad menjelaskan bahwa skema BaaS dipilih untuk mengurangi kekhawatiran konsumen terkait kepemilikan baterai EV. QV-E akan tersedia di sejumlah outlet resmi Perodua EV di Semenanjung Malaysia, mulai dari Petaling Jaya, Glenmarie, Putrajaya, Penang, Ipoh, hingga Johor Bahru.
Menurut laporan Straits Times, kapasitas produksi awal ditetapkan 500 unit per bulan dan direncanakan naik menjadi 3.000 unit per bulan pada kuartal ketiga 2026. Perluasan produksi ini disebut sebagai bagian dari strategi Malaysia memperkuat industri kendaraan listrik domestik.

0Komentar