BPH Migas, Pertamina, dan PMI Blora mempercepat pemulihan bencana di Sumatera melalui penguatan distribusi BBM, suplai air bersih, serta mobilisasi relawan.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Blora mengerahkan armada dan relawan untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Mobilisasi dilakukan seiring kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah lokasi bencana pada Senin, 1 Desember 2025.

PMI Blora mengirim satu armada tangki air bersih beserta relawan menuju Sumatera Barat. Pengiriman dilepas langsung oleh Ketua PMI Blora, Sutikno Selamet. Ia menyebutkan armada tersebut berangkat bersama kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah untuk memperkuat suplai air bersih. 

“Harapannya bisa membantu suplai air bersih bagi para korban banjir dan longsor,” ujar Sutikno.

Di sisi lain, BPH Migas mengawal pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan Pertamina dan Elnusa Petrofin untuk memastikan pasokan di seluruh SPBU kembali berjalan. 

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Sumatra Bagian Utara, Sunardi, menyebut stok BBM di Sumatera Barat berada dalam kondisi aman meski distribusi masih terhambat akses akibat longsor.

Pertamina Patra Niaga mengerahkan 58 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Kalimantan guna memperkuat rantai distribusi. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 80 AMT. 

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan sekitar 90% SPBU di wilayah terdampak sudah kembali terlayani. 

“Dengan pulihnya suplai laut, stok BBM di terminal meningkat dan kini upaya pemulihan difokuskan pada akselerasi distribusi menuju SPBU titik-titik strategis,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Salah satu AMT dari Jawa Tengah, Ade, menuturkan motivasinya bergabung dalam operasi lintas pulau. “Kami datang dengan satu tujuan, yaitu untuk membantu. Kami pernah merasakan musibah banjir di Semarang, jadi kami paham kondisi masyarakat,” ungkapnya.

Berdasarkan data BNPB per Selasa, 2 Desember 2025 pukul 11.00 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 631 orang, 472 orang masih hilang, dan 2.600 mengalami luka-luka. Sekitar 1 juta warga mengungsi di 50 kabupaten/kota, dengan total 3,3 juta jiwa terdampak.

Ekonom sekaligus pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menekankan pentingnya pengaturan prioritas distribusi BBM di tengah pemulihan. 

“Saat bencana, energi harus diperlakukan sebagai layanan esensial. Distribusi wajib memprioritaskan ambulans, relawan, alat berat, kendaraan evakuasi, dan layanan kesehatan,” katanya.

Hingga kini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, BNPB, TNI-Polri, serta berbagai organisasi kemanusiaan terus melakukan penanganan darurat, termasuk distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pencarian korban, dan pemulihan infrastruktur dasar.