![]() |
| Vladimir Putin, Presiden Rusia. | Kremlin.ru/Wikimedia Commons |
Ukraina dan sejumlah negara Eropa kembali meragukan kesediaan Rusia untuk benar-benar menempuh jalur diplomasi, setelah pembicaraan lima jam antara Presiden Vladimir Putin dan utusan Amerika Serikat di Moskwa tidak menghasilkan kemajuan berarti.
Respons itu muncul dalam pertemuan para menteri luar negeri NATO di Brussels, ketika berbagai pihak menilai Moskwa belum menunjukkan perubahan sikap meski perang hampir memasuki tahun keempat.
Pertemuan antara Putin, Steve Witkoff, dan Jared Kushner pada Selasa sebenarnya disebut berjalan konstruktif oleh pejabat Kremlin. Namun, mereka juga mengakui tidak ada kompromi yang dapat dijembatani, terutama soal wilayah Ukraina yang telah diduduki Rusia.
Ukraina dan sekutu-sekutunya menilai pernyataan itu belum mengindikasikan kesiapan Moskwa untuk meredakan konflik, terlebih sebagian usulan AS dianggap belum memenuhi kepentingan Rusia, menurut laporan Reuters.
Inggris menyebut Rusia perlu menghentikan langkah agresif dan datang ke meja perundingan dengan komitmen yang jelas. Ukraina juga menilai tidak ada sinyal baru yang menunjukkan Moskwa siap bergerak lebih jauh. Estonia mengamati bahwa Rusia justru meningkatkan tekanan di medan tempur, sementara Finlandia menekankan bahwa tidak ada konsesi nyata dari Kremlin meski negosiasi terus dibicarakan. Penilaian itu selaras dengan laporan The Odessa Journal dan sejumlah media Eropa lainnya.
Di sisi lain, NATO menegaskan akan melanjutkan dukungan bagi Ukraina. Sekretaris Jenderal Mark Rutte menyampaikan bahwa lebih dari dua pertiga negara anggota telah terlibat dalam skema pendanaan bersama senilai sekitar US$4 miliar untuk pengadaan senjata buatan AS.
Menurutnya, Rusia meyakini dapat menunggu hingga dukungan Barat mereda, tetapi negara-negara anggota tidak akan menarik diri.
Uni Eropa juga mengajukan rencana pendanaan jangka panjang senilai 90 miliar euro untuk kebutuhan militer dan layanan esensial Ukraina hingga 2027, dengan memanfaatkan aset Rusia yang dibekukan sebagai jaminan.
Namun Belgia menolak proposal tersebut karena menilai risikonya terlalu besar, sehingga pembahasan masih berlangsung di level Dewan Eropa. Skema ini sebelumnya diurai dalam dokumen resmi Komisi Eropa dan diberitakan oleh AP News serta The New York Times.
Di tengah dinamika itu, isu wilayah tetap menjadi penghambat utama. Putin mengatakan kepada media India bahwa Rusia siap mengambil wilayah Donbas dengan kekuatan jika diperlukan, menegaskan kembali posisi yang selama ini disampaikan Moskwa.
Dari Washington, Presiden Donald Trump menyebut laporan Witkoff dan Kushner menunjukkan Putin ingin mencapai kesepakatan, meski ia mengakui peluang hanya terbuka jika kedua pihak memiliki kemauan yang setara.
Negosiator Ukraina Rustem Umerov dijadwalkan bertemu kembali dengan Witkoff dan Kushner di Miami pada Kamis untuk meninjau hasil pembicaraan di Kremlin dan mengevaluasi kemungkinan jalur lanjutan.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan Ukraina menunggu pendekatan diplomatik yang lebih konstruktif, namun tetap menekankan pentingnya tekanan internasional untuk mendorong Rusia mempertimbangkan kompromi.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai celah negosiasi yang dapat membuka terobosan. Negara-negara Eropa menyebut masih berhati-hati membaca setiap pernyataan dari Moskwa, sementara Ukraina dan AS menyiapkan pembahasan lanjutan guna melihat apakah ruang dialog masih bisa diperlebar dalam waktu dekat.

0Komentar