![]() |
| NATO resmi membubarkan Dewan NATO–Rusia di Brussels, menutup saluran dialog terakhir dengan Moskwa. | NATO |
NATO resmi membubarkan Dewan NATO–Rusia dalam pertemuan para menteri luar negeri aliansi di Brussels pada awal pekan ini. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyampaikan keputusan tersebut, yang menandai berakhirnya forum konsultasi terakhir dengan Moskwa setelah hampir tiga dekade.
Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski mengonfirmasi langkah itu pada 3 Desember, sekaligus menyebut Pakta Pendirian 1997 yang mengatur hubungan NATO–Rusia tidak lagi berlaku.
Keputusan tersebut muncul di tengah hubungan yang terus memburuk sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Dewan NATO–Rusia yang dibentuk pada 2002 sebenarnya sudah nyaris tidak aktif sejak aneksasi Krimea pada 2014. Dialog resmi kemudian dihentikan pada 2019, dan Rusia menutup Misi Tetapnya untuk NATO di Brussel pada 2021.
Sumber dari berbagai laporan media Eropa, seperti United24 dan RBC-Ukraine, menjelaskan bahwa pembubaran ini dipandang sebagai langkah penegasan sikap aliansi terhadap Moskwa.
Sikorski menyebut dewan tersebut dibangun pada masa ketika keamanan Eropa bisa dibangun bersama Rusia, namun menurut dia situasinya berubah sepenuhnya setelah perang Ukraina.
“Hari ini kita membangun keamanan Eropa melawan Rusia,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip media Ukraina.
Di Moskwa, respons datang lewat pernyataan keras. Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menulis di media sosial bahwa NATO kini menjadi “musuh kami”, merujuk kutipan Maxim Gorky untuk menggambarkan sikap Rusia terhadap apa yang dianggap ancaman.
Serangkaian laporan Le Monde dan Euroweekly News mencatat bahwa Presiden Vladimir Putin memperkeras retorikanya sehari sebelum pembubaran diumumkan.
Dalam forum investasi Russia Calling pada 2 Desember di Moskwa, Putin mengatakan Rusia “siap sekarang juga” bila Eropa memilih konfrontasi. Ia menegaskan bahwa Moskwa tidak berniat memulai perang, namun jika konflik dipicu pihak Eropa, Rusia akan merespons.
Putin juga mengingatkan bahwa dalam skenario perang, “situasi bisa dengan cepat muncul di mana kami tidak punya siapa pun untuk diajak bernegosiasi”, komentar yang banyak ditafsirkan media sebagai sinyal ancaman terkait kapabilitas nuklir Rusia.
Pembubaran dewan diumumkan berbarengan dengan kunjungan utusan khusus AS Steve Witkoff dan penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner ke Moskwa untuk membahas jalan keluar perang Ukraina. Upaya tersebut merupakan dorongan diplomatik paling intensif Presiden Donald Trump sejauh ini.
Namun Putin mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia tidak dapat menerima beberapa poin dalam proposal Washington. Penasihat kebijakan luar negerinya menyebut belum ada opsi kompromi terkait isu teritorial yang menjadi inti kebuntuan.
Sejauh ini tidak ada tanda bahwa negosiasi akan menemukan terobosan dalam waktu dekat, sementara pembubaran Dewan NATO–Rusia menutup satu-satunya wadah dialog formal yang tersisa antara aliansi dan Moskwa sejak berakhirnya Perang Dingin.

0Komentar