![]() |
| Sebuah mobil berhenti di jalan yang runtuh akibat gempa berkekuatan 7,5 skala Richter di Prefektur Aomori, Jepang, 9 Desember 2025. | VCG |
Gempa bumi bermagnitudo 7,5 mengguncang lepas pantai Jepang utara pada Senin (8/12) pukul 23.15 waktu setempat, memicu gelombang tsunami setinggi hingga 70 sentimeter dan menyebabkan sedikitnya 33 orang terluka.
Guncangan terjadi sekitar 80 kilometer dari pesisir Prefektur Aomori, menurut laporan Japan Meteorological Agency (JMA). Otoritas segera mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Hokkaido, Aomori, dan Iwate, yang berujung pada evakuasi sekitar 90.000 penduduk.
Sebagian besar korban mengalami luka akibat tertimpa puing bangunan, termasuk insiden di sebuah hotel di Hachinohe dan kecelakaan kendaraan yang terperosok ke lubang.
Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana menyebut satu korban berada dalam kondisi serius, sementara lainnya mendapatkan perawatan atas cedera ringan. Gelombang tertinggi tercatat di Pelabuhan Kuji, Iwate, sebelum seluruh peringatan tsunami dicabut pada Selasa pagi.
Di sisi lain, gangguan layanan publik sempat meluas usai gempa. Sekitar 800 rumah mengalami pemadaman listrik, meskipun pasokan dipulihkan secara bertahap pada Selasa pagi.
Layanan kereta cepat Tohoku Shinkansen dihentikan sementara antara Fukushima dan Shin-Aomori, menyebabkan 94 penumpang sempat terjebak di dalam satu rangkaian di Aomori. Pemerintah setempat juga mengerahkan 18 helikopter pertahanan untuk menilai kerusakan, sementara ratusan warga mengungsi ke Pangkalan Udara Hachinohe.
Peringatan lanjutan turut dikeluarkan JMA pada 9 Desember. Lembaga tersebut menjelaskan bahwa probabilitas terjadinya gempa susulan berkekuatan 8 atau lebih meningkat dari 0,01% menjadi 1% dalam tujuh hari. Peringatan ini mencakup 182 munisipalitas mulai dari Hokkaido hingga Prefektur Chiba. Otoritas meminta warga meninjau kembali kesiapsiagaan darurat dan tetap siap mengikuti instruksi evakuasi.
Gempa ini berlangsung di wilayah yang tidak jauh dari area yang terdampak bencana besar 2011, ketika gempa 9,0 dan tsunami menghancurkan pesisir Tohoku dan menyebabkan krisis nuklir Fukushima Daiichi.
Menyusul lindu terbaru, fasilitas nuklir di sekitar Aomori dan wilayah utara lainnya melakukan pengecekan keselamatan. Nuclear Regulation Authority melaporkan tumpahan sekitar 450 liter air dari sistem pendingin bahan bakar bekas di pabrik pengolahan ulang Rokkasho, namun menegaskan bahwa level air tetap normal dan tidak ada indikasi gangguan keselamatan.
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah membentuk gugus tugas darurat untuk menilai kerusakan dan memastikan bantuan segera tiba di lokasi.
“Kami mengutamakan nyawa manusia dan melakukan segala yang kami bisa,” ujarnya kepada wartawan, dikutip dari laporan media lokal dan internasional seperti AP News dan Reuters.
Sejauh ini, proses evakuasi dan pemeriksaan infrastruktur masih berjalan. Otoritas terus memantau gempa susulan dan mendesak masyarakat pesisir untuk tetap waspada karena risiko tekanan geologi yang belum sepenuhnya mereda.

0Komentar