![]() |
| Ilustrasi pabrik BYD di Subang. | Dealer BYD |
Pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, telah mencapai 90 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026. Informasi ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta awal pekan ini. Pabrik berlokasi di kawasan Subang Smartpolitan dengan nilai investasi Rp11,2 triliun dan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun.
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari transisi BYD menuju produksi lokal setelah sebelumnya menikmati insentif impor utuh (completely built-up / CBU).
Pemerintah akan menghentikan insentif impor mobil listrik CBU pada 31 Desember 2025, sehingga mulai Januari 2026 seluruh produsen diwajibkan memenuhi skema 1:1 sesuai peta jalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Kepala Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menjelaskan bahwa pembangunan pabrik memasuki tahap akhir setelah audit Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Ini mulai start proses tahap terakhir, harusnya lancar. Itu semua dimulai di kuartal I 2026,” ujar Luther dalam keterangan terpisah.
BYD menyiapkan fasilitas produksi untuk memenuhi seluruh model yang dipasarkan di Indonesia, mulai dari Atto 1, Dolphin, Seal, hingga Sealion 7. Perusahaan menyebutkan bahwa proses lokalisasi ini akan menjaga stabilitas harga meski insentif CBU dihentikan.
Di pasar domestik, BYD memimpin penjualan kendaraan listrik sepanjang Januari–Oktober 2025 dengan total 30.670 unit atau setara 54 persen pangsa pasar. Model Atto 1 menjadi penyumbang terbesar setelah mencatatkan 9.396 unit penjualan pada Oktober 2025.
Secara global, performa ekspor BYD terus meningkat. Data perusahaan menunjukkan pengiriman ke luar negeri pada November 2025 mencapai 131.935 unit, naik lebih dari tiga kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang Januari–November 2025, total ekspor BYD tercatat 912.911 unit atau tumbuh 153,55 persen secara tahunan.
Pemerintah sebelumnya telah menggelontorkan insentif untuk sektor otomotif sebesar Rp7 triliun dalam dua tahun terakhir. Airlangga menyebutkan bahwa investasi semacam ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi masyarakat di wilayah Subang dan sekitarnya.

0Komentar