Pemerintah Aceh mendatangkan tim penyelamat dari China untuk mempercepat pencarian korban banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. | Tim Media Gubernur Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mendatangkan tim penyelamat dari China untuk membantu pencarian jenazah korban banjir bandang yang diduga masih tertimbun lumpur di sejumlah wilayah Aceh, Sabtu (6/12/2025). 

Tim beranggotakan lima orang itu tiba di Banda Aceh dan langsung dikerahkan ke Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, lokasi dengan temuan korban paling banyak dan kondisi lumpur yang menyulitkan proses evakuasi.

Langkah ini ditempuh setelah otoritas daerah menyebut banyak jenazah belum berhasil ditemukan akibat lumpur tebal setinggi pinggang yang mengeras di beberapa titik. Tim China membawa perangkat khusus untuk mendeteksi keberadaan jenazah di bawah lapisan lumpur, teknologi yang disebut sangat dibutuhkan di tahap lanjutan operasi pencarian.

Mualem menjelaskan, perangkat tersebut mampu mengidentifikasi keberadaan tubuh manusia di bawah permukaan lumpur, sehingga petugas dapat memetakan area prioritas pencarian. 

“Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu,” ujarnya dalam keterangan di Banda Aceh.

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh sejak akhir November menyebabkan lebih dari 300 korban meninggal dan puluhan orang dinyatakan hilang. Kondisi medan yang tertutup lumpur pekat membuat sebagian lokasi sulit dijangkau alat berat maupun petugas SAR.

Menurut laporan BNPB, wilayah Aceh Timur dan Aceh Tamiang menjadi titik terdampak paling parah dengan temuan korban terbanyak serta jumlah pengungsi yang terus bertambah. Di sisi lain, hujan susulan beberapa hari terakhir kembali memicu luapan air sehingga operasi pencarian dilakukan secara bergilir mengikuti kondisi cuaca.

Kehadiran tim China menambah dukungan internasional yang masuk ke Aceh setelah sebelumnya tim Blue Sky Rescue dari Malaysia mengirimkan tenaga medis dan logistik. 

Pemerintah daerah menyebut seluruh bantuan dikoordinasikan bersama BPBD, Basarnas, dan relawan lokal untuk mempercepat proses pencarian dan identifikasi korban.