![]() |
| Data resmi MHRSD Arab Saudi menunjukkan Bangladesh, Pakistan, dan India menjadi pengirim pekerja migran terbesar. | AFP |
Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi (Ministry of Human Resources and Social Development / MHRSD) merilis daftar negara pengirim pekerja migran terbesar ke Arab Saudi sepanjang periode terbaru.
Data yang diakses dari MHRSD dan dikutip CNBC Indonesia menunjukkan Bangladesh, Pakistan, dan India berada di posisi teratas, dengan total pekerja migran masing-masing melampaui dua juta orang.
Indonesia tercatat menempati posisi ke-10 dengan total 176.398 pekerja, jauh di bawah negara-negara utama Asia Selatan yang mendominasi pasar tenaga kerja di Arab Saudi.
Arab Saudi menjadi negara tujuan utama pekerja migran di kawasan Teluk karena tingginya permintaan tenaga kerja di sektor domestik dan privat. Rekrutmen besar-besaran berlangsung untuk mengisi kebutuhan di sektor konstruksi, layanan rumah tangga, manufaktur, dan jasa pendukung lainnya.
Dalam keterangan berbagai lembaga ketenagakerjaan, negara-negara Asia Selatan khususnya Bangladesh, Pakistan, dan India secara konsisten mendominasi arus tenaga kerja karena basis populasi besar dan sistem pengiriman migran yang sudah mapan.
Di sisi lain, posisi Indonesia di daftar tersebut juga dipengaruhi oleh regulasi pengiriman pekerja, termasuk kebijakan pembatasan sektor domestik yang sempat diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Data tersebut menunjukkan dominasi kuat tenaga kerja domestik dan privat dari Bangladesh, yang menempati posisi pertama dengan total lebih dari 3,1 juta pekerja.
Di sisi lain, arus migran dari Pakistan dan India juga tetap tinggi, sejalan dengan tren bertahun-tahun yang menempatkan kedua negara sebagai penyedia tenaga kerja utama di kawasan Teluk.
Untuk Indonesia, jumlah pekerja migran ke Arab Saudi sebagian besar berasal dari sektor domestik. Pemerintah Indonesia sebelumnya melakukan pengetatan dan peninjauan ulang skema penempatan, yang berdampak pada penyusutan jumlah pekerja dalam beberapa tahun.

0Komentar