![]() |
| Otorita IKN Terima Kunjungan Kamar Dagang Hainan Bahas Potensi Investasi. | OIKN |
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menerima kunjungan delegasi Kamar Dagang Hainan pada Minggu, 7 Desember 2025, di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Rombongan pengusaha asal China, termasuk dari Shenzhen, Guangzhou, dan Hong Kong, menjajaki peluang penanaman modal di sektor teknologi, manufaktur, serta sejumlah industri pendukung lainnya.
Kunjungan ini berlangsung sebagai bagian dari upaya memperluas minat investasi asing di kawasan inti pembangunan ibu kota baru. Pertemuan tersebut digelar di tengah percepatan tahapan konstruksi IKN dan meningkatnya ketertarikan investor China dalam dua tahun terakhir.
Data OIKN menyebutkan realisasi investasi yang telah masuk mencapai Rp65,3 triliun hingga September 2025, dengan 49 badan usaha tercatat melalui 52 perjanjian kerja sama. Sebagian besar investasi asing sebelumnya datang melalui skema Public–Private Partnership (KPBU), terutama di sektor perumahan, transportasi, energi, hingga infrastruktur jalan.
Wakil Ketua Kamar Dagang Hainan Indonesia, Karmin, menyampaikan apresiasi atas kemajuan lapangan yang mereka lihat selama kunjungan. Ia menyebut rombongan pengusaha menilai progres pembangunan IKN berada pada jalur yang positif.
“Investor China yang akan datang nantinya melihat baik sekali perkembangan IKN ini, mereka sangat tertarik,” ujarnya.
Di sisi lain, Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan bahwa pembangunan ditargetkan mengantar IKN menjadi ibu kota politik pada 2028.
Ia menyebut OIKN sedang menuntaskan kawasan legislatif dan yudikatif hingga akhir 2027 untuk mendukung agenda tersebut. “Kita punya target pada 2028 Presiden akan mengumumkan sebagai ibu kota politik,” kata Danis dalam pertemuan itu.
Danis menambahkan bahwa pengembangan IKN terbagi dalam lima tahapan hingga 2045, dengan fokus saat ini berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A yang mulai meluas ke KIPP 1B dan 1C.
Pertemuan dengan delegasi Hainan berjalan interaktif, membahas arah pembangunan jangka panjang, prioritas sektor investasi, hingga peluang pasar bagi pelaku usaha China.
Sebelumnya, China tercatat telah mengucurkan hampir Rp70 triliun investasi ke IKN hingga pertengahan 2025. OIKN juga menerima setidaknya 36 Letter of Interest dari berbagai perusahaan China yang bergerak di sektor energi, perumahan, digital, manufaktur, hingga industri hijau.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono memastikan bahwa pembangunan akan tetap berlanjut di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025.

0Komentar