Kapal tanker Maran Helios melintasi Pintu Air Agua Clara di Terusan Panama. | Mariordo (Mario Roberto Durán Ortiz)/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sebuah monumen yang menghormati kontribusi komunitas Tiongkok terhadap Terusan Panama dirobohkan pada Sabtu malam waktu setempat di kawasan pintu masuk Pasifik jalur air tersebut. Pembongkaran yang dilakukan atas perintah kantor Wali Kota Arraiján memicu kecaman Presiden Panama José Raúl Mulino serta respons keras dari pemerintah Tiongkok.

Monumen berupa gerbang bergaya Timur dan sebuah obelisk itu berdiri di taman Mirador de Las Américas, dekat Jembatan Las Américas. Struktur tersebut didirikan pada 2004 untuk memperingati 150 tahun kehadiran komunitas Tiongkok di Panama. Pemerintah kota setempat menyatakan pembongkaran dilakukan dengan alasan keamanan.

Presiden Mulino menolak penjelasan tersebut. Mengutip AFP Pada Minggu (27/12/2025), ia menyebut tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan mempertanyakan keputusan melakukan pembongkaran pada malam hari. Menurutnya, klaim adanya risiko struktural tidak sejalan dengan cara penanganan yang dilakukan pemerintah kota.

Reaksi keras juga datang dari Beijing. Duta Besar Tiongkok untuk Panama, Xu Xueyuan, menyatakan insiden tersebut melukai hubungan bilateral dan dianggap sebagai penghinaan terhadap sekitar 300.000 warga Tionghoa-Panama. 

Dalam pernyataan di platform X, Kedutaan Besar Tiongkok menuntut penyelidikan menyeluruh serta sanksi tegas bagi pihak yang bertanggung jawab, seraya menyebut pembongkaran itu ilegal dan tidak pantas.

Di sisi lain, Wali Kota Arraiján Stefany Peñalba membela langkah tersebut sebagai keputusan teknis dan hukum. Ia menyatakan konsesi penggunaan lahan monumen telah berakhir pada 2024 dan pemerintah kota tidak memperoleh respons memadai terkait rencana renovasi. Peñalba menegaskan pembongkaran tidak dilakukan atas tekanan politik mana pun.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan geopolitik terhadap Terusan Panama. Presiden AS Donald Trump dalam beberapa kesempatan menyatakan keinginannya untuk “mengambil kembali” kendali atas terusan tersebut dengan alasan adanya pengaruh Tiongkok yang berlebihan, meski tanpa menyertakan bukti konkret. Pernyataan serupa kembali disampaikan Trump dalam pidatonya di Kongres pada 4 Maret lalu.

Terusan sepanjang sekitar 80 kilometer itu menangani sekitar 5 persen perdagangan maritim global dan menjadi aset strategis bagi pelayaran internasional. 

Saat ini, perusahaan berbasis Hong Kong, CK Hutchison, mengoperasikan pelabuhan di sisi Atlantik dan Pasifik terusan. Pada Maret, perusahaan tersebut menyepakati penjualan asetnya kepada konsorsium yang dipimpin BlackRock dengan nilai US$22,8 miliar.

Namun, kesepakatan itu belum sepenuhnya berjalan mulus. Perusahaan pelayaran milik negara Tiongkok, Cosco, dilaporkan menuntut kepemilikan mayoritas dalam transaksi tersebut, yang berpotensi menghambat upaya Amerika Serikat mengurangi pengaruh Beijing di kawasan itu.

Di dalam negeri Panama, pembongkaran monumen memicu kritik lintas politik. Sejumlah mantan presiden dan tokoh oposisi mempertanyakan alasan serta waktu pelaksanaan pembongkaran yang dilakukan pada malam hari, bertepatan dengan periode libur akhir tahun. 

Kementerian Luar Negeri Panama menyatakan pemerintah pusat siap memfasilitasi pencarian lokasi baru bagi monumen yang menghormati kontribusi komunitas Tionghoa di negara tersebut, sebagaimana dilaporkan sejumlah media lokal dan internasional.