![]() |
| Britania Raya dan Tiongkok menegaskan penolakan mengakui kemerdekaan Somaliland. | REUTERS |
Britania Raya dan Tiongkok menegaskan penolakan mereka untuk mengakui kemerdekaan Somaliland dan menyatakan dukungan terhadap integritas wilayah Somalia. Sikap itu disampaikan dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, hanya beberapa hari setelah Israel menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui wilayah yang memisahkan diri tersebut sebagai negara berdaulat.
Pemerintah Britania Raya menyatakan tidak mengakui kemerdekaan Somaliland dan menilai setiap perubahan status wilayah itu harus ditempuh melalui kesepakatan antara pemerintah Somalia di Mogadishu dan otoritas Somaliland di Hargeisa. Penegasan tersebut disampaikan dalam forum Dewan Keamanan PBB yang membahas dampak pengakuan Israel terhadap stabilitas kawasan.
Dalam pernyataan resminya, Britania Raya menyampaikan keprihatinan atas potensi dampak regional dari langkah tersebut.
“Kami menyesali setiap tindakan yang berisiko merusak perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut,” kata perwakilan Britania Raya dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, seperti dikutip dari gov.uk, Selasa (30/12/2025).
Sikap serupa disampaikan Beijing. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengatakan pemerintahnya “prihatin dan tegas menentang langkah tersebut.”
Ia mendesak otoritas Somaliland untuk “memahami dengan jelas ke mana arah keadaan” dan segera menghentikan “tabrakan dengan kekuatan eksternal.” Pernyataan itu muncul di tengah rapat darurat Dewan Keamanan PBB yang digelar untuk merespons pengakuan Israel.
Keputusan Israel, yang diumumkan pada Jumat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, langsung menuai kritik internasional. Lebih dari 21 negara Arab, Islam, dan Afrika mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk langkah tersebut.
Para penandatangan, antara lain Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Iran, Pakistan, Qatar, serta Organisasi Kerja Sama Islam, memperingatkan adanya “konsekuensi serius” bagi perdamaian dan keamanan di kawasan Tanduk Afrika dan Laut Merah.
Dari Mogadishu, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menyebut pengakuan Israel sebagai “invasi telanjang” dan “ancaman eksistensial” terhadap persatuan nasional Somalia. Parlemen Somalia juga secara bulat menyatakan tindakan Israel “batal dan tidak sah,” meski resolusi tersebut bersifat simbolis.
Uni Afrika dan Liga Arab turut menolak pengakuan itu, dengan Uni Afrika memperingatkan potensi preseden berbahaya bagi gerakan separatis di benua Afrika.
Sejumlah analis menilai pengakuan Israel berkaitan dengan perhitungan strategis di kawasan Laut Merah. Lokasi Somaliland di sepanjang Teluk Aden, dekat Selat Bab-el-Mandeb—jalur pelayaran vital bagi perdagangan global—dinilai memiliki nilai strategis, khususnya terkait kepentingan keamanan dan intelijen.
Netanyahu menyebut langkah tersebut selaras dengan Perjanjian Abraham dan mengundang Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi untuk berkunjung ke Israel.
Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 setelah pecahnya perang saudara. Meski tidak diakui secara internasional, wilayah itu selama lebih dari tiga dekade mengelola pemerintahan sendiri, memiliki mata uang, serta membangun pasukan keamanannya. Hingga kini, upaya Somaliland mencari pengakuan global tetap menjadi isu sensitif di kalangan komunitas internasional.

0Komentar