Zohran Mamdani berbicara di sebuah pertemuan Democratic Socialists of America di Church of the Village di New York pada tahun 2024. | Bingjiefu He, CC BY-SA 4.0/Wikimedia Commons

Zohran Mamdani, wali kota terpilih New York City, menegaskan pemberantasan Islamofobia dan rasisme anti-Palestina akan menjadi prioritas utama saat mulai menjabat pada 1 Januari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 25 Desember 2025, menyusul kasus pelecehan berbasis identitas yang menimpa Mustapha Kharbouch, mahasiswa Palestina di Brown University.

Mamdani, yang akan menjadi wali kota Muslim pertama dalam sejarah New York City, menyampaikan komitmen itu setelah berbincang langsung dengan Kharbouch melalui percakapan telepon pribadi. Dalam pembicaraan tersebut, Mamdani menegaskan sikap pemerintah kota yang akan dipimpinnya untuk melindungi seluruh warga dari serangan berbasis agama dan identitas etnis.

Dilansir dari TRT World, Kasus yang melatarbelakangi pernyataan tersebut bermula ketika foto Kharbouch mengenakan keffiyeh beredar luas di media sosial. Foto itu kemudian disalahartikan dan dikaitkan dengan teori konspirasi terkait insiden penembakan mematikan di kampus, meski tidak memiliki dasar fakta. Akibatnya, Kharbouch menjadi sasaran doxxing, perundungan daring, hingga ancaman pembunuhan.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran terkait meningkatnya serangan berbasis identitas di ruang digital dan ruang publik di Amerika Serikat, khususnya terhadap Muslim dan warga Palestina. Sejumlah kasus serupa dilaporkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring memanasnya isu geopolitik di Timur Tengah.

Dalam keterangannya, Mamdani menekankan peran aktif pemerintah kota dalam merespons kondisi tersebut. 

“Sebagai Wali Kota, saya akan menjadikan tugas saya untuk merawat, melindungi, dan merayakan seluruh warga New York serta memerangi Islamofobia dan rasisme anti-Palestina di setiap sudut kota,” ujar Mamdani, seperti dikutip TRT World.

Mamdani juga menyebut telah mendiskusikan latar belakang akademik Kharbouch yang menekuni hubungan internasional dan antropologi, termasuk rencananya melanjutkan studi doktoral. Ia turut mengundang Kharbouch untuk kembali ke New York sebagai bentuk dukungan moral.

Pernyataan tersebut disampaikan sebelum Mamdani resmi dilantik dan menjadi salah satu sinyal awal arah kebijakan pemerintahan baru New York City, terutama terkait perlindungan warga dan penegakan hak sipil.