Cuplikan uji coba yang ditayangkan oleh stasiun televisi pemerintah CCTV menunjukkan sebuah kendaraan melintas cepat di jalur kereta maglev, meninggalkan jejak kabut di belakangnya. | CCTV

Para peneliti di Tiongkok mencetak rekor dunia baru dalam teknologi levitasi magnetik setelah berhasil mempercepat kendaraan uji berbobot sekitar satu ton hingga kecepatan 700 kilometer per jam hanya dalam dua detik. Pencapaian tersebut dilaporkan stasiun penyiaran negara CCTV pada Kamis, dari hasil uji coba di fasilitas riset Universitas Teknologi Pertahanan Nasional, Tiongkok.

Uji coba dilakukan di lintasan sepanjang 400 meter dan memperlihatkan akselerasi ekstrem sebelum kendaraan dihentikan secara aman. Rekaman yang dirilis CCTV menunjukkan kendaraan uji berbentuk sasis meluncur di atas jalur dengan kecepatan tinggi, meninggalkan kabut tipis di belakangnya. 

Kecepatan ini tercatat sebagai yang tercepat yang pernah dicapai sistem superconducting maglev bertenaga listrik, sekaligus menjadi langkah baru riset transportasi berkecepatan ultra-tinggi di Tiongkok.

Terobosan tersebut merupakan hasil riset selama sekitar satu dekade. Tim peneliti berhasil mengatasi berbagai tantangan teknis, mulai dari propulsi elektromagnetik berkecepatan sangat tinggi, sistem pemandu dan suspensi listrik, hingga pengembangan magnet superkonduktor bermedan tinggi. Menurut CCTV, integrasi berbagai teknologi ini menjadi kunci tercapainya akselerasi dalam jarak yang relatif pendek.

Capaian ini juga membuka peluang pengembangan sistem transportasi maglev di dalam tabung vakum atau yang dikenal sebagai hyperloop. Selain untuk transportasi sipil, teknologi serupa dinilai berpotensi dimanfaatkan dalam pengujian eksperimental serta sistem bantuan peluncuran di sektor aerospace.

Menjelaskan arah riset selanjutnya, Profesor Li Jie dari NUDT mengatakan uji coba ini akan mempercepat pengembangan teknologi maglev berkecepatan sangat tinggi di China. 

“Ke depan, kami akan fokus pada bidang-bidang terdepan seperti transportasi maglev berkecepatan tinggi di dalam pipa, pengujian peralatan aerospace, dan teknologi peluncuran elektromagnetik,” kata Li, seperti dikutip CCTV.

Dalam konteks global, pencapaian ini menempatkan Tiongkok di jajaran negara terdepan pengembang teknologi maglev berkecepatan ekstrem. Namun, rekor kecepatan tertinggi untuk kereta berawak masih dipegang Jepang melalui kereta uji Seri L0 yang mencapai 603 kilometer per jam pada April 2015. 

Sementara itu, Tiongkok saat ini mengoperasikan satu-satunya jalur maglev komersial di dunia, Shanghai Maglev, dengan kecepatan operasi maksimum sekitar 300 kilometer per jam setelah diturunkan dari kecepatan awal 431 kilometer per jam pada 2021.

Uji coba terbaru ini melanjutkan rangkaian eksperimen sebelumnya. Pada Juni 2025, tim peneliti yang sama menguji kendaraan maglev seberat sekitar 1,1 ton yang mampu mencapai kecepatan 650 kilometer per jam dalam waktu tujuh detik di lintasan sepanjang 600 meter.