Transpas membagikan bantuan makanan anak kepada korban banjir. Peristiwa ini terjadi di tengah bencana banjir besar yang melanda beberapa wilayah, seperti yang tertera pada kardus bantuan yaitu "BANTUAN MAKANAN ANAK TAHUN 2023". | Kemensos

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik senilai Rp19,09 miliar kepada korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera. Hingga Minggu (30/11/2025) pukul 18.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 442 orang meninggal dunia dan 402 lainnya masih hilang akibat bencana yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November.

Bantuan logistik tersebut didistribusikan untuk mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak serta memenuhi kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal. 

“Bantuan terus kami kirimkan sesuai kebutuhan, kami juga terus berusaha agar bantuan bisa sampai lokasi dengan cepat,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan resmi pada Minggu malam.

Menurut data Pusat Data dan Informasi Kemensos per Minggu pukul 17.00 WIB, Sumatera Utara menerima alokasi terbesar mencapai Rp7,80 miliar. Bantuan tersebut mencakup 28.280 paket makanan siap saji, 3.000 makanan anak, 2.800 family kit, 5.300 sandang anak, dan 1.900 tenda gulung yang disalurkan ke tujuh titik terdampak, antara lain Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan Sibolga.

Untuk wilayah Aceh, bantuan senilai Rp3,14 miliar telah menjangkau 11 kabupaten/kota terdampak, termasuk Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie, dan Bireuen. Paket logistik yang dikirim meliputi 3.450 makanan siap saji, 1.440 makanan anak, 570 kasur, 3.450 selimut, serta 350 tenda gulung.

Sementara itu, Sumatera Barat menerima bantuan senilai Rp3,64 miliar. Penyaluran dilakukan ke empat lokasi yaitu Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, serta Dinas Sosial Provinsi Sumbar. Bantuan terdiri atas 4,4 ton beras, 5.758 makanan siap saji, 1.235 kasur, 1.230 tenda gulung, serta tiga unit dapur umum lapangan.

Selain logistik, Kemensos mengoperasikan 28 titik dapur umum dengan kapasitas produksi sekitar 88.000 bungkus makanan per hari yang tersebar di tiga provinsi. 

Aceh memiliki tujuh titik dapur umum dengan produksi sekitar 28.000 bungkus per hari, Sumatera Utara 12 titik dengan 30.000 bungkus, dan Sumatera Barat sembilan titik dengan kapasitas 30.000 bungkus per hari.

Untuk memperkuat operasi lapangan, Kemensos juga mengerahkan 648 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana). Sebanyak 191 personel bertugas di Aceh, 270 di Sumatera Utara, dan 187 di Sumatera Barat. Para personel bertugas mengelola dapur umum, mengevakuasi warga, dan memastikan distribusi bantuan sampai tepat waktu.

Di sisi lain, BNPB mengirimkan 27 ton bantuan logistik melalui jalur laut menuju lima wilayah di Aceh yang sulit diakses lewat jalur darat. Bantuan tersebut diangkut menggunakan kapal Express Bahari yang berangkat dari Pelabuhan Ulee Lhueu di Banda Aceh dan membawa tenda, makanan siap saji, hygiene kit, serta perlengkapan darurat lain.