![]() |
| Hutan konservasi di Rantau Panjang, provinsi Aceh Timur, Indonesia. | Chaideer Mahyuddin/AFP |
Indonesia menyatakan komitmen pendanaan sebesar US$1 miliar, atau sekitar Rp16 triliun, untuk mendukung Tropical Forest Forever Facility (TFFF) yang digagas Brasil. Pengumuman ini disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Amazon di Brasil, di tengah persiapan menuju COP30.
Investasi tersebut disampaikan atas nama Presiden terpilih Prabowo Subianto dan ditujukan untuk memperkuat upaya global menjaga hutan tropis dan menekan laju deforestasi.
TFFF merupakan fasilitas pendanaan permanen yang hasil investasinya diarahkan untuk mencegah kerusakan hutan, memulihkan kawasan yang terdegradasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat dan komunitas lokal.
Skema ini digagas untuk menjadi dana abadi yang menopang negara-negara berhutan tropis, termasuk Indonesia, Brasil, dan Republik Demokratik Kongo.
Sebagai salah satu pemilik kawasan hutan tropis terbesar di dunia, Indonesia dipandang memiliki posisi strategis dalam inisiatif tersebut. Langkah ini juga selaras dengan target penurunan emisi melalui program FOLU Net Sink 2030 serta kebijakan pemerintah memperkuat model ekonomi hijau.
Pemerintah Brasil menyambut langkah Indonesia dan menilai kontribusi negara besar di kawasan tropis akan memperkuat fondasi program. Pemerintah Brasil dalam pernyataannya menilai partisipasi Indonesia menunjukkan kesiapan negara berkembang mengambil peran langsung dalam agenda perlindungan hutan global.
Di sisi lain, komitmen ini juga dipahami sebagai strategi diplomasi lingkungan Indonesia. Pada forum yang sama, perwakilan Indonesia menjelaskan bahwa dukungan tersebut tidak hanya bentuk solidaritas internasional, tetapi juga bagian dari kebijakan jangka panjang untuk menjaga kelestarian ekosistem dan membuka peluang kerja sama baru di bidang pembiayaan iklim.
Lewat investasi ini, Indonesia menegaskan bahwa isu perlindungan hutan bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan elemen penting dalam menjaga stabilitas iklim dan keberlanjutan pembangunan.

0Komentar