![]() |
| Anjungan lepas pantai (offshore platform) yang digunakan untuk kegiatan hulu minyak dan gas, dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding hulu Pertamina. | PHE |
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok minyak dan gas bumi (migas) pada pekan depan sebagai bagian dari upaya mendorong eksplorasi dan menjaga keberlanjutan cadangan energi nasional. Rencana tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, dalam acara Temu Media Sektor ESDM di Jakarta, Jumat (19/12/2025) malam.
Lelang ini merupakan tahap ketiga dari program penawaran wilayah kerja migas yang dijalankan pemerintah sepanjang 2025. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan menawarkan 75 blok migas hingga periode 2026–2027, seiring kebutuhan mengantisipasi penurunan produksi dari lapangan-lapangan tua yang selama ini menjadi penopang utama pasokan nasional.
Tekanan terhadap produksi migas nasional tercermin dari tren penurunan lifting minyak dalam beberapa tahun terakhir. Data Kementerian ESDM menunjukkan lifting minyak turun dari 779 ribu barel per hari pada 2015 menjadi 605,4 ribu barel per hari pada 2023.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah mempercepat pembukaan wilayah eksplorasi baru untuk menjaga keseimbangan pasokan energi jangka menengah dan panjang.
Sepanjang 2025, pemerintah telah dua kali menggelar lelang blok migas. Lelang tahap pertama dilaksanakan pada 20 Juni 2025 dengan tiga wilayah kerja yang ditawarkan. Selanjutnya, lelang tahap kedua digelar pada 14 Oktober 2025 dengan sembilan wilayah kerja. Delapan blok yang akan dilelang pekan depan melengkapi rangkaian penawaran tersebut.
Laode menjelaskan, kelanjutan lelang didorong oleh kebutuhan menjaga kesinambungan produksi di tengah penurunan alami lapangan eksisting. Menurut dia, blok-blok yang disiapkan pemerintah diposisikan sebagai cadangan strategis ketika kontribusi lapangan lama terus menurun.
Target lifting minyak nasional 2025 sebesar 605 ribu barel per hari, kata Laode, telah tercapai pada November, namun keberlanjutan pasokan pada tahun-tahun berikutnya tetap perlu dijaga.
Dari sisi sebaran, delapan blok migas yang akan dilelang berada di wilayah Indonesia tengah dan timur, dengan salah satunya berlokasi di Sulawesi Tenggara. Laode menyebut peserta lelang umumnya berasal dari perusahaan yang telah melakukan joint study, sehingga memiliki data awal dan pemahaman teknis atas potensi wilayah kerja yang ditawarkan.
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Percepatan Peningkatan Produksi/Lifting Migas Nanang Abdul Manaf menyampaikan bahwa total 75 blok migas yang disiapkan pemerintah tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta sejumlah wilayah lepas pantai. Seluruh blok tersebut telah dinyatakan siap dikembangkan melalui mekanisme penugasan maupun lelang reguler.

0Komentar