![]() |
| Presiden Prabowo Subianto pada acara akad massal 26.000 unit Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) subsidi di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Bogor. | Instagram/@kemenhub151 |
Presiden Prabowo Subianto memimpin akad massal 50.030 unit rumah subsidi di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan yang digelar Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini mencatatkan rekor tertinggi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejak program tersebut diluncurkan pada 2010.
Akad massal dilaksanakan serentak di 33 provinsi. Sebanyak 300 akad dilakukan langsung di lokasi acara dengan melibatkan 11 bank penyalur. Sementara itu, 49.730 akad lainnya digelar secara daring melalui 39 bank penyalur yang tersebar di 110 titik kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Peserta akad berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mulai dari tenaga kependidikan, asisten rumah tangga, hingga pedagang kecil.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyaluran pembiayaan rumah subsidi serta memperluas akses kepemilikan hunian bagi MBR. Skema FLPP dirancang untuk menekan beban pembiayaan melalui bunga rendah dan tenor panjang, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perumahan nasional.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.24 WIB dan disambut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri PKP Maruarar Sirait. Mengenakan pakaian safari cokelat muda, Presiden menyapa tamu undangan sebelum memimpin prosesi akad secara hybrid.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan duka cita atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu pemulihan daerah terdampak, termasuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya hunian layak, dapat terpenuhi.
“Mereka harus punya rumah yang layak. Ini usaha yang sangat membanggakan, tetapi masih jauh daripada yang harus kita capai,” ujar Prabowo di hadapan peserta akad dan perwakilan bank penyalur.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri PKP Maruarar Sirait serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyediaan rumah subsidi bagi MBR, mulai dari perbankan, pengembang, hingga pemerintah daerah.
Sejalan dengan pelaksanaan akad massal tersebut, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran FLPP hingga 19 Desember 2025 telah mencapai 263.017 unit rumah subsidi dengan nilai pembiayaan Rp 32,67 triliun.
Menteri PKP Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menyebut angka tersebut secara keseluruhan telah menembus sekitar 266.000 unit, melampaui rekor sebelumnya pada 2023 yang tercatat 229.000 unit.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, kehadiran Presiden dalam kegiatan akad massal memberi dorongan signifikan terhadap percepatan penyaluran rumah subsidi. Menurut dia, kegiatan serupa yang digelar pada akhir September 2025 turut berkontribusi pada tingginya realisasi FLPP tahun ini.
Penyaluran rumah subsidi sepanjang 2025 melibatkan 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang, serta 7.998 pengembang yang tersebar di 12.981 kawasan perumahan pada 401 kabupaten dan kota. Jaringan tersebut menjadi tulang punggung distribusi pembiayaan rumah bersubsidi ke berbagai daerah.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi MBR melalui sejumlah insentif. Ara menyebutkan, skema yang ditawarkan antara lain cicilan rumah dari Bank BTN dengan tenor hingga 20 tahun sekitar Rp 1,1 juta per bulan, uang muka 1%, serta pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi rumah subsidi.

0Komentar