Foto jet bisnis Bombardier Global 7500. | Instagram/@signaturefbo


Bombardier mengumumkan jet bisnis Global 8000 resmi mengantongi sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat pada Jumat, 19 Desember. Persetujuan ini membuka jalan bagi pesawat sipil tercepat sejak Concorde itu untuk beroperasi di wilayah udara AS sekaligus menjadi tonggak penting dalam pengembangan jet jarak ultra-jauh pabrikan asal Montreal tersebut.

Sertifikasi FAA diberikan kurang dari enam pekan setelah Transport Canada menerbitkan persetujuan serupa pada 5 November. Global 8000 bahkan telah mulai beroperasi awal bulan ini dan diserahkan kepada pelanggan pertamanya, pengusaha Kanada Patrick Dovigi, dalam sebuah upacara di Mississauga, Ontario, pada 8 Desember.

Dengan restu FAA, Bombardier diizinkan mengoperasikan Global 8000 pada kecepatan hingga Mach 0,95 di ruang udara AS. Angka tersebut menjadikan pesawat ini sebagai jet sipil tercepat sejak Concorde pensiun pada 2003. Menurut data pabrikan, kecepatan maksimum Global 8000 mencapai sekitar 729 mil per jam.

Sebelum memperoleh sertifikasi FAA, Bombardier menjalani proses uji dan validasi berlapis bersama otoritas penerbangan Kanada dan AS. Sertifikasi ganda ini dinilai krusial mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu pasar utama bagi jet bisnis kelas atas.

Wakil Presiden Senior Teknik dan Pengembangan Produk Bombardier, Stephen McCullough, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolaboratif yang panjang. Ia mengatakan sertifikasi FAA menempatkan Global 8000 pada standar kinerja baru di industri penerbangan bisnis dan menjadi salah satu fase akhir dari program pengembangan pesawat tersebut.

Dari sisi kemampuan, Global 8000 dirancang untuk penerbangan jarak ultra-jauh dengan jangkauan hingga 8.000 mil laut. Kapasitas ini memungkinkan penerbangan tanpa henti pada rute-rute antarbenua seperti Singapura–San Francisco atau Dubai–São Paulo, sebagaimana disampaikan Bombardier dalam materi resminya dan dilaporkan Reuters.

Kenyamanan juga menjadi fokus utama desain. Bombardier menyebut ketinggian kabin Global 8000 berada di level 2.691 kaki saat terbang di ketinggian 41.000 kaki, terendah di kelas pesawat bisnis produksi saat ini. Kabin tersebut dibagi ke dalam empat zona ruang tamu dan dilengkapi area istirahat khusus awak untuk menekan kelelahan penumpang pada penerbangan jarak jauh.

Pesawat dengan banderol sekitar US$78 juta ini menyasar individu dengan kekayaan bersih ultra-tinggi serta operator kepemilikan fraksional. NetJets, perusahaan milik Berkshire Hathaway, tercatat sebagai pelanggan peluncuran sejak 2022 dengan pesanan awal empat unit senilai sekitar US$312 juta dan rencana pengoperasian hingga 24 jet.

Saat ini, Global 8000 masih menunggu sertifikasi dari European Union Aviation Safety Agency (EASA). Di pasar, pesawat ini berhadapan langsung dengan Gulfstream G800 yang telah lebih dulu mengantongi sertifikasi FAA, dengan jangkauan sekitar 8.200 mil laut dan kecepatan maksimum Mach 0,925, berdasarkan data industri penerbangan bisnis.