![]() |
| Petugas SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) membagikan makanan untuk warga terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara. | BGN |
Pemerintah mengalihfungsikan 276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi dapur umum darurat dan mengirimkan 32 perangkat Starlink untuk mendukung penanganan banjir bandang dan longsor di Sumatra yang telah menewaskan 770 orang hingga Rabu (3/12/2025) sore.
Fasilitas layanan darurat ini tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, wilayah terdampak paling berat dalam bencana yang terjadi sejak 25 November 2025.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan bahwa SPPG kini beroperasi sebagai dapur umum untuk mendukung kebutuhan pengungsi di tiga provinsi tersebut: 81 unit di Aceh, 129 unit di Sumatera Utara, dan 66 unit di Sumatera Barat.
“SPPG merupakan salah satu infrastruktur pemerintah yang siap melayani siapa saja. Dalam keadaan bencana ini, total seluruhnya ada 276 SPPG yang masih melayani pengungsi,” ujar Dadan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut setiap SPPG menyediakan satu porsi makanan harian bagi pengungsi dengan memanfaatkan anggaran reguler MBG tanpa alokasi dana tambahan.
“Ini ratusan SPPG berubah fungsi menjadi dapur untuk pelayanan umum,” kata Zulhas dalam konferensi pers.
Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyalurkan 32 perangkat Starlink ke Sumatera Barat untuk memulihkan jaringan komunikasi yang terputus akibat kerusakan infrastruktur telekomunikasi.
Kepala Balai Monitor Kelas II Padang, M. Helmi, menjelaskan bahwa perangkat tersebut dapat digunakan tanpa biaya oleh masyarakat terdampak. “Komdigi tidak memungut biaya untuk penggunaan Starlink ini,” kata Helmi dalam keterangan resminya.
Data Komdigi per 3 Desember 2025 menunjukkan 154 Base Transceiver Station (BTS) dari total 3.739 BTS di Sumatera Barat terdampak bencana, setara 4 persen. Dari angka tersebut, 124 BTS tidak beroperasi akibat terhentinya pasokan listrik PLN, 29 BTS mengalami gangguan transmisi karena putusnya fiber optik, dan satu BTS rusak fisik terseret banjir.
Starlink memiliki radius jangkauan 500 meter hingga 1 kilometer dan dapat melayani sekitar 60 pengguna secara bersamaan dengan kecepatan mencapai 300 Mbps. Balai Monitor juga mengoperasikan repeater kebencanaan di Puncak Gunung Senggala yang menjangkau 9 hingga 10 kabupaten/kota.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 770 korban meninggal per Rabu sore, sementara 463 orang masih dalam pencarian dan sekitar 2.600 warga mengalami luka-luka. Korban meninggal tersebar di Aceh sebanyak 277 jiwa, Sumatera Utara 299 jiwa, dan Sumatera Barat 194 jiwa. Total warga terdampak mencapai 3,3 juta jiwa di 49 kabupaten/kota.
Kerusakan infrastruktur juga signifikan: 3.600 rumah rusak berat, 2.100 unit rusak sedang, dan 4.900 rusak ringan. BNPB mencatat 299 jembatan rusak dan ratusan fasilitas pendidikan serta rumah ibadah tidak dapat berfungsi.
Bencana banjir bandang dan longsor dipicu curah hujan ekstrem pada 25 November 2025 yang menyebabkan meluapnya aliran sungai di sejumlah wilayah pegunungan dan pesisir.

0Komentar