Presiden AS Donald Trump menyambut Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di Gedung Putih. | ABC News

Amerika Serikat menetapkan Arab Saudi sebagai sekutu utama non-NATO dalam jamuan makan malam resmi di Gedung Putih pada Selasa malam waktu Washington. Pengumuman disampaikan langsung oleh Presiden Donald Trump di hadapan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dan para tamu undangan dari kalangan korporasi global. Penetapan ini memberi Riyadh akses prioritas terhadap pembelian sistem persenjataan AS serta keterlibatan lebih dalam riset pertahanan.

Acara yang berlangsung di Ruang Timur Gedung Putih itu menjadi panggung pertemuan sejumlah tokoh bisnis besar. CEO Tesla Elon Musk hadir untuk pertama kalinya sejak perseteruannya dengan Trump mereda pada Juni lalu. Keduanya sebelumnya berselisih terkait rancangan anggaran federal dan subsidi perusahaan teknologi.

Turut hadir CEO Apple Tim Cook, CEO Nvidia Jensen Huang, hingga pesepak bola Portugal Cristiano Ronaldo. Di sela acara, Trump memperkenalkan putranya Barron kepada Ronaldo, yang disebutnya sebagai momen yang “membuat Barron sedikit lebih menghormati ayahnya”.

Dalam pertemuan terpisah di Ruang Oval, MBS menyebut Arab Saudi akan menaikkan total komitmen investasinya di AS dari sekitar AS$600 miliar menjadi mendekati AS$1 triliun. 

“Hari ini dan besok, kami akan umumkan peningkatan investasi menjadi hampir satu triliun dolar, mencakup peluang nyata di berbagai sektor,” ujar MBS dalam keterangan yang disampaikan kepada wartawan.

AS dan Arab Saudi juga menandatangani sejumlah kesepakatan yang mencakup kerja sama nuklir sipil, kecerdasan buatan, mineral kritis, serta pakta pertahanan strategis. 

Paket tersebut memuat penjualan jet tempur F-35 dan hampir 300 tank ke Riyadh. Trump menyebut penjualan F-35 “tetap berjalan” meski Israel sebelumnya menyampaikan kekhawatiran soal keunggulan militernya di kawasan.

Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi MBS ke Gedung Putih sejak pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi pada 2018. 

Ketika ditanya mengenai temuan intelijen AS bahwa MBS diduga menyetujui operasi tersebut, Trump menyatakan “hal-hal terjadi” dan menambahkan bahwa sang putra mahkota “tidak mengetahui apa-apa tentang itu”. Ia bahkan memuji rekam jejak hak asasi manusia MBS, menyebut “apa yang telah dia lakukan luar biasa”.

Dengan penetapan ini, Arab Saudi menjadi negara ke-20 yang memperoleh status sekutu utama non-NATO, bergabung dengan Mesir, Israel, Qatar, dan sejumlah mitra strategis AS lainnya di kawasan Timur Tengah.