![]() |
| Pesawat angkut berat Airbus A400M. (Tangkapan layar Youtube Kumparan) |
Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal kuat akan menambah empat unit pesawat angkut berat Airbus A400M untuk memperkuat armada TNI Angkatan Udara, menyusul kedatangan unit pertama di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11) pagi.
“Kita sudah aktif dua unit, kita sudah ada opsi empat unit. Kita mungkin negosiasi untuk kita tanda tangan empat unit lagi,” ujar Prabowo usai menyerahkan pesawat secara simbolis kepada Panglima TNI.
Pesawat dengan nomor ekor A-4001 mendarat sekitar pukul 07.40 WIB dan disambut tradisi water salute khas TNI AU. Kedatangan ini merupakan realisasi kontrak pembelian dua unit yang ditandatangani Prabowo saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Dubai Airshow 2021. Unit kedua dijadwalkan tiba pada 2026.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa A400M tidak hanya untuk memperkuat kemampuan strategis pertahanan, tetapi juga mendukung misi kemanusiaan.
“Ini bisa juga menjadi tanker udara,” katanya, menjelaskan kemampuan A400M melakukan pengisian bahan bakar di udara.
Ia juga memerintahkan agar pesawat tambahan nantinya dilengkapi modul ambulans udara dan peralatan pemadam kebakaran hutan.
“TNI saya perintahkan untuk menambah batalion-batalion kesehatan. Jadi batalion tim kesehatan tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, tapi juga bisa hadir dalam misi kemanusiaan di mana pun,” ucap Prabowo dalam keterangan resmi Sekretariat Negara.
Airbus A400M merupakan pesawat angkut terbesar yang pernah dimiliki TNI AU, dengan kapasitas maksimum 37 ton dan volume penyimpanan 340 meter kubik. Pesawat ini mampu membawa hingga 116 personel berperalatan lengkap, terbang di ketinggian 40.000 kaki, serta melaju dengan kecepatan 0,72 Mach.
Dengan jangkauan 2.400 mil laut dan kemampuan beroperasi di landasan pendek atau tidak beraspal, A400M menambah fleksibilitas operasi udara Indonesia. Pesawat ini juga dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi, mulai dari angkut logistik, evakuasi medis, hingga operasi lintas udara.
Kedatangan A400M menandai babak baru modernisasi armada angkut strategis Indonesia. Dengan bergabungnya A400M, Indonesia resmi menjadi operator ke-10 pesawat jenis ini di dunia, menyusul Malaysia, Turki, dan Kazakhstan di kawasan Asia.
Langkah ini disebut membuka jalan bagi peningkatan kemampuan mobilitas udara TNI AU ke level setara dengan negara-negara maju. Pesawat A400M diharapkan memperkuat peran Indonesia dalam operasi regional, baik untuk kepentingan militer maupun kemanusiaan.
“Kita ingin TNI siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam dan operasi kemanusiaan internasional,” ujar Prabowo dalam keterangan resminya.

0Komentar