Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya menumpang KRL dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Tanah Abang, Selasa (4/11/2025). (BPMI Setpres)


Presiden Prabowo Subianto mempercepat langkah besar transformasi transportasi nasional dengan meluncurkan sejumlah program strategis pada Selasa, 4 November 2025. Dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Prabowo mengumumkan uji coba Kereta Petani di Banten, penyediaan dana Rp5 triliun untuk penambahan 30 rangkaian kereta, serta rencana ambisius pembangunan jalur kereta lintas pulau di luar Jawa.

Program ini disebut sebagai upaya pemerintah menekan biaya logistik dan memperluas akses transportasi publik ke daerah-daerah produktif. 

“Kereta api kita akan kita perbesar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Karena dengan kereta api, biaya logistik akan turun, biaya ekonomi akan turun. Kita akan kompetitif, dan kesejahteraan rakyat akan meningkat,” ujar Prabowo dalam sambutannya, (4/11/2025).

PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan memulai uji coba operasi Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung pada November 2025. Layanan ini dirancang khusus untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan lokal di wilayah Banten, dengan fasilitas bongkar muat di sejumlah stasiun.

Presiden Prabowo memastikan pemerintah memberikan subsidi besar untuk kelompok petani dan pedagang. 

“Kalau untuk petani dan pedagang, dianya tetap disubsidi 60 persen. Barangnya tidak bayar,” ujarnya saat meninjau gerbong khusus di Stasiun Manggarai.

Menurut keterangan resmi KAI, delapan unit kereta khusus telah disiapkan dengan total 73 tempat duduk yang diposisikan menyamping agar ruang bagasi lebih luas. Kereta ini akan melayani 14 perjalanan harian dari Merak menuju Rangkasbitung, dengan rencana perpanjangan rute hingga Stasiun Tanah Abang.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, yang menandai tahap penting modernisasi transportasi perkotaan di Jakarta. Setelah pembangunan tahap pertama dengan investasi Rp380,93 miliar, kapasitas stasiun meningkat dari 141.000 menjadi 380.000 penumpang per hari, menurut laporan Kompas.tv (4/11/2025).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, fasilitas baru mencakup empat peron dan enam jalur yang mampu menampung rangkaian hingga 12 gerbong. 

“Stasiun Tanah Abang kini menjadi simpul tersibuk di Jabodetabek, melayani lebih dari 210 ribu penumpang naik-turun dan transit setiap hari,” kata Dudy.

Sejak beroperasi bertahap pada Juni 2025, stasiun ini telah melayani sekitar 63 juta penumpang hingga Oktober 2025, atau sekitar 22 persen dari total pengguna KRL Jabodetabek.

Selain proyek di Jabodetabek, pemerintah juga menyiapkan langkah besar memperluas jaringan kereta di luar Jawa. Prabowo menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono untuk merancang jalur Trans-Sumatera, Trans-Kalimantan, dan Trans-Sulawesi.

“Beliau ajukan totalnya Rp4,8 triliun. Ya, saya setujui, bahkan akan saya alokasikan tidak Rp4,8 triliun, tapi Rp5 triliun. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu,” ungkap Prabowo. 

Dana tersebut dialokasikan untuk menambah 30 rangkaian kereta baru dalam waktu satu tahun, guna memperkuat layanan transportasi massal dan distribusi logistik nasional.