Presiden Prabowo Subianto menaiki moda transportasi publik Kereta Cepat Whoosh saat melakukan kunjungan kerja ke Bandung, Provinsi Jawa Barat, Rabu (6/8/2025) malam. (BPMI Sekretariat Presiden/Laily Ratchev)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab penuh atas penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh yang mencapai Rp116 triliun. Pernyataan itu disampaikan saat ia meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

“Enggak usah khawatir, ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo dalam sambutannya. 

Presiden menambahkan, pemerintah akan membayar cicilan utang sebesar Rp1,2 triliun per tahun dan memastikan kemampuan fiskal negara mencukupi.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa sumber dana pembayaran utang tersebut akan berasal dari uang hasil pengembalian kasus korupsi. 

“Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi (setelah diambil negara) saya hemat. Enggak saya kasih kesempatan,” ujarnya. 

Menurutnya, dana itu akan digunakan untuk kepentingan rakyat dan menegaskan pentingnya menindak tegas para pelaku korupsi agar uang negara bisa kembali ke kas publik.

Proyek KCJB Whoosh menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Indonesia dengan nilai investasi yang melonjak dari rencana awal sekitar Rp86 triliun menjadi Rp116 triliun. Sejak beroperasi pada 2023, proyek ini terus menjadi sorotan karena pembengkakan biaya dan skema pembiayaan yang sebagian ditanggung konsorsium Indonesia–China.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menjadi bagian dari restrukturisasi utang proyek tersebut. 

“APBN juga pasti akan menjadi bagian, tetapi untuk secara spesifiknya nanti akan kami sampaikan pada kesempatan yang lain,” ujar AHY di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah opsi penyelesaian. “Sudah ada alternatif, nanti kita bahas,” kata Airlangga usai menghadiri acara CEO Insight di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Badan Pengelola Investasi Danantara dan Kementerian Keuangan saat ini tengah meramu skema restrukturisasi bersama pihak China Development Bank sebagai kreditur utama. Pembahasan mencakup penjadwalan ulang cicilan, kemungkinan pengalihan kepemilikan saham, hingga potensi refinancing sebagian utang.

Pemerintah berharap langkah ini dapat menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan proyek Whoosh tetap beroperasi secara berkelanjutan tanpa membebani APBN secara berlebihan.