![]() |
| Foto: Gedung kantor IBM di Manyata Tech Park, Bengaluru, India. (Wikimedia Commons) |
IBM mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pegawai pada kuartal keempat tahun ini, seiring percepatan strategi perusahaan menuju bisnis perangkat lunak dan kecerdasan buatan (AI) yang dinilai memiliki pertumbuhan lebih tinggi.
Juru bicara IBM yang dikutip Bloomberg News menyebutkan bahwa pemangkasan tersebut akan berdampak pada persentase digit tunggal yang rendah dari total sekitar 270.000 karyawan global perusahaan.
“Kami secara rutin meninjau tenaga kerja kami dan terkadang melakukan penyeimbangan kembali sesuai kebutuhan,” ujar juru bicara itu.
Meski sebagian pekerja di Amerika Serikat akan terdampak, jumlah tenaga kerja di negara itu diperkirakan tetap stabil dari tahun ke tahun. Keputusan tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi global yang menandai pergeseran fokus IBM di bawah kepemimpinan CEO Arvind Krishna.
Saham turun usai pengumuman
Saham IBM sempat turun hampir 2% pada perdagangan Selasa waktu setempat, meski sepanjang tahun ini telah naik lebih dari 35% berkat optimisme investor terhadap inisiatif AI dan perangkat lunak perusahaan.
Penurunan terjadi tak lama setelah IBM mencatatkan kinerja keuangan kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi analis pada Oktober lalu, dengan pendapatan naik 9% menjadi 16,3 miliar dolar AS, menurut CNBC.
Namun, kekhawatiran muncul terkait melambatnya pertumbuhan di divisi cloud hybrid Red Hat, yang menjadi pilar strategi perangkat lunak IBM.
Laporan Reuters menunjukkan pertumbuhan Red Hat turun menjadi 14% pada kuartal ketiga, dari 16% di periode sebelumnya. Analis menilai tren tersebut bisa menjadi sinyal tantangan bagi IBM dalam memanfaatkan lonjakan permintaan layanan cloud berbasis AI.
Transformasi strategis di Era Krishna
Sejak menjabat pada 2020, Arvind Krishna menempatkan AI dan perangkat lunak sebagai mesin utama pertumbuhan IBM. Strategi ini ditandai dengan serangkaian akuisisi besar, termasuk pembelian Red Hat pada 2019 dan akuisisi HashiCorp senilai 6,4 miliar dolar AS yang rampung pada Februari 2025, sebagaimana dilaporkan oleh GovCon Wire. Portofolio bisnis AI IBM kini mencatat nilai sekitar US$ 9,5 miliar.
Dalam beberapa tahun terakhir, IBM juga mulai menerapkan otomatisasi berbasis AI di sektor internal. Awal 2025, perusahaan menggantikan sekitar 200 posisi sumber daya manusia dengan agen AI yang menangani tugas administratif rutin. Sementara itu, perekrutan baru diarahkan ke bidang teknis seperti pengembangan perangkat lunak dan penjualan.
Krishna sebelumnya menyebut sekitar 30% dari 26.000 peran back-office IBM berpotensi diotomatisasi oleh teknologi AI dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami melihat peluang besar untuk meningkatkan efisiensi melalui penerapan AI di berbagai lini bisnis,” katanya dalam wawancara yang dikutip Chief AI Officer.

0Komentar