Sumber: AP Photo

Pentagon mempercepat pengiriman 100 sistem pertahanan pesisir Harpoon (Harpoon Coastal Defense System/HCDS) ke Taiwan senilai US$2,37 miliar, setelah realisasi kesepakatan yang disetujui sejak 2020 berjalan lambat. 

Pernyataan itu disampaikan calon Asisten Sekretaris Pertahanan AS bidang strategi, perencanaan, dan kemampuan, Austin Dahmer, dalam sidang konfirmasi di Komite Layanan Bersenjata Senat pada Selasa (4/11) waktu Washington.

Dahmer mengatakan Pentagon bekerja “dengan sangat mendesak dan cepat” untuk memastikan Taiwan segera memperoleh kemampuan pertahanan yang diperlukan menghadapi potensi agresi Tiongkok. 

Ia mengakui hanya sebagian kecil dari sistem yang sudah dikirim, sementara senator Ted Budd menyoroti keterlambatan pengiriman sistem yang menjadi bagian penting strategi pertahanan pesisir Taipei.

Menurut laporan Focus Taiwan, Dahmer juga telah meninjau langsung fasilitas produksi Harpoon di Missouri untuk menilai hambatan pada rantai pasok dan kapasitas industri pertahanan AS. 

“Kami memahami urgensi situasi ini dan berupaya memastikan seluruh sistem dapat dikirim secepat mungkin,” ujarnya dalam sidang tersebut.

Taiwan sebelumnya menerima komponen awal sistem pada Juni 2025, terdiri atas lima kendaraan peluncur rudal bergerak dan satu truk radar. Pejabat Angkatan Laut Taiwan memperkirakan kiriman pertama rudal Harpoon yang lengkap akan tiba sekitar Tahun Baru atau awal 2026. 

Paket penuh mencakup hingga 400 rudal Harpoon Block II RGM-84L-4, 100 kendaraan peluncur, dan 25 truk radar yang akan diintegrasikan ke dalam komando tempur pesisir baru Taiwan. Unit tersebut dijadwalkan mencapai kemampuan operasional awal pada Juli 2026.

Langkah percepatan ini sejalan dengan strategi penolakan (denial strategy) Washington yang bertujuan memperkuat pertahanan negara-negara di sepanjang Rantai Pulau Pertama. 

Dalam tanggapan tertulis kepada Senat, Dahmer menegaskan Taiwan perlu “berbuat lebih banyak dan lebih cepat” dengan meningkatkan belanja pertahanan serta mempercepat akuisisi sistem senjata strategis.

Rudal Harpoon Block II RGM-84L-4 merupakan varian anti-kapal jarak menengah dengan sistem pemandu INS/GPS dan radar aktif. Rudal ini memiliki panjang sekitar 4,6 meter, berat sekitar 700 kilogram, dengan hulu ledak 220 kilogram bahan peledak tinggi. 

Jarak tembak efektifnya mencapai 120 hingga 130 kilometer, dengan kecepatan subsonik sekitar Mach 0,8. Sistem ini menggunakan mesin turbojet Teledyne CAE J402 dan booster roket saat peluncuran dari permukaan.

Rudal varian darat ini ditempatkan di atas peluncur bergerak yang dapat dipindahkan ke berbagai titik di sepanjang garis pantai, memungkinkan Taiwan melakukan serangan balik terhadap kapal musuh dari lokasi tersembunyi. 

Konsep mobile defense ini menjadi salah satu elemen utama strategi asimetris Taipei dalam menghadapi potensi operasi amfibi Tiongkok di Selat Taiwan.

Upaya percepatan pengiriman Harpoon menjadi bagian dari dorongan lebih luas Washington untuk mempercepat penyaluran persenjataan ke Taiwan. 

Selain sistem rudal pesisir, AS juga tengah memproses pengiriman jet tempur F-16V dan amunisi presisi yang sempat tertunda akibat keterbatasan kapasitas industri pertahanan domestik.

“Kami berkomitmen mempercepat jadwal agar Taiwan segera memiliki kemampuan pertahanan pesisir yang kredibel,” kata Dahmer seperti dikutip Taiwan News (5/11).