Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta (Foto: IDX)

Investor asing memborong saham Indonesia senilai Rp1,31 triliun pada perdagangan Rabu (5/11/2025), mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.318,53 atau naik 0,93% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Penguatan indeks terjadi seiring rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 yang mencapai 5,04%, sesuai ekspektasi pasar.

Lonjakan dana asing terutama mengalir ke saham perbankan besar. Bank Central Asia (BBCA) mencatat pembelian bersih (net buy) tertinggi senilai Rp335,1 miliar, diikuti Bumi Resources Minerals (BRMS) sebesar Rp249 miliar dan Telkom Indonesia (TLKM) senilai Rp224,7 miliar. 

Saham Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) juga menjadi incaran, masing-masing dengan net buy Rp145,4 miliar dan Rp126,7 miliar.

Saham lain yang diburu asing antara lain Indokripto Koin Semesta (COIN) Rp108,7 miliar, Petrosea (PTRO) Rp94,2 miliar, serta Astra International (ASII) Rp72,7 miliar. 

Di sisi lain, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi saham dengan tekanan jual terbesar senilai Rp140,6 miliar, meski tetap menguat 8,77% di akhir perdagangan.

Analis pasar menilai arus dana asing ke saham-saham unggulan menunjukkan optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi dan prospek pertumbuhan domestik. 

“Kinerja ekonomi yang konsisten di atas 5% menjadi sinyal positif bagi investor global. Sektor perbankan masih jadi pilihan utama karena fundamentalnya kuat,” ujar seorang analis pasar modal kepada CNBC Indonesia.

Bersamaan dengan euforia di bursa, minat investor juga mengalir ke pasar perdana. PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) akan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (6/11/2025) setelah menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) di batas atas Rp330 per saham. 

Berdasarkan laporan Kontan dan IDX Channel, perusahaan pelayaran tersebut berhasil meraup dana Rp158,4 miliar dari penjualan 480 juta saham atau 25% dari modal disetor.

PJHB juga menawarkan waran gratis dengan rasio 2:1 dan harga pelaksanaan Rp330 per saham yang dapat ditebus mulai Mei 2026. Seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal pembangunan tiga kapal baru jenis Landing Craft Tank (LCT) guna memperluas kapasitas angkutan laut perusahaan.

Antusiasme terhadap IPO PJHB menambah sentimen positif di tengah reli pasar saham. “Permintaan investor cukup tinggi hingga harga ditetapkan di level maksimal,” tulis laporan Bisnis.com mengutip sumber di pasar modal.