![]() |
| Warga berbelanja di Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Jakarta, Senin (21/7/2025). | Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto |
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menjamin pinjaman Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih melalui bank-bank Himbara dengan plafon Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu, 16 November 2025. Jaminan ini diberikan agar penyaluran kredit untuk pembangunan jaringan koperasi desa tidak menemui hambatan perbankan.
Purbaya menjelaskan mekanisme pendanaan dilakukan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang mengajukan pinjaman ke Himbara, sementara pemerintah akan mencicil kewajiban tersebut secara bertahap.
Menurutnya, skema ini diberikan untuk memastikan perbankan tidak menanggung risiko kredit.
“Jadi Agrinas akan pinjam ke Himbara. Nanti setiap tahun, pemerintah cicil Rp40 triliun atau lebih untuk pembayaran pinjaman tadi selama enam tahun ke depan,” ujar Purbaya dalam keterangan kepada wartawan sebagaimana diberitakan iNews dan Kontan.
Ia menegaskan bahwa jaminan penuh membuat perbankan tidak perlu khawatir terhadap risiko gagal bayar.
“Kami sudah memberi syarat jaminan ke Himbara bahwa utang itu akan diganti oleh kami. Jadi Himbara nggak perlu takut dan perbankannya nggak akan terganggu,” kata dia menambahkan dalam kutipan terpisah.
Sejalan dengan itu, Kementerian Keuangan sedang memfinalisasi revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 sebagai dasar hukum pencairan pinjaman.
Aturan tersebut diperlukan setelah keluarnya Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 terkait percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih.
“Saya cek, minggu depan harusnya sudah selesai,” kata Purbaya seperti dilaporkan Kompas TV.
Dalam perencanaan pemerintah, kebutuhan total pendanaan mencapai Rp240 triliun untuk membangun 80.000 Kopdes di seluruh Indonesia, dengan estimasi Rp3 miliar per unit. Angka ini telah dipublikasikan dalam laporan Tempo dan Antara terkait perkembangan skema pembiayaan program.
Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menyebut pembangunan fisik telah berjalan. Menurutnya, biaya pembangunan di setiap titik mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Hingga saat ini, pekerjaan konstruksi di 7.923 lokasi telah dimulai, dengan pencairan tahap awal mendekati Rp600 miliar.
“Proses pembangunan sudah berjalan dan targetnya terus kami percepat,” kata Ferry dalam pernyataannya yang dikutip dari DetikFinance dan Tribratanews.
Pemerintah menargetkan pembangunan diperluas menjadi 40.000 hingga 50.000 titik pada Desember 2025, sebelum dituntaskan pada Maret 2026 sesuai laporan CNN Indonesia.
Program Kopdes Merah Putih menjadi salah satu agenda strategis pemerintah yang diklaim akan memperkuat rantai pasok pangan dan distribusi barang kebutuhan pokok di tingkat desa, dengan dukungan pembiayaan negara melalui jaminan kredit sektor perbankan.

0Komentar