![]() |
| Dok. Instagram/Bahlil Lahadalia |
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan sejumlah capaian sektor energi kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Dalam pertemuan itu, Bahlil menyampaikan bahwa produksi minyak nasional telah melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, dengan capaian lebih dari 605.000 barel per hari.
Pertemuan tersebut digelar usai Bahlil melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah di Sulawesi, termasuk Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara, untuk meninjau pelaksanaan program listrik desa.
“Saya melapor kepada Bapak Presiden, dipanggil. Saya memberikan laporan karena beberapa hari saya melakukan kunjungan kerja di daerah, khususnya berbicara tentang realisasi listrik desa,” ujar Bahlil di Istana, dikutip dari Antara.
Menurut Bahlil, sesuai arahan Presiden Prabowo, program elektrifikasi desa ditargetkan rampung pada periode 2029–2030. Program ini mencakup 5.700 desa dan 4.400 dusun di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan energi nasional. Beberapa proyek listrik desa disebut sudah mulai diresmikan di sejumlah wilayah.
“Bapak Presiden memberikan arahan agar program ini dituntaskan sesuai target. Ini penting untuk pemerataan pembangunan energi,” kata Bahlil seperti dikutip dari Kumparan Bisnis.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas dalam visi Kabinet Merah Putih 2024–2029 untuk memastikan seluruh wilayah Indonesia mendapat akses listrik yang merata. Pemerintah menilai pemerataan pasokan energi akan membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.
Selain soal elektrifikasi, Bahlil juga melaporkan bahwa Indonesia akan menghentikan impor bahan bakar minyak jenis solar mulai tahun 2026. Langkah ini dimungkinkan setelah kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan rampung dan mulai beroperasi pada 10 November 2025.
“Karena RDMP kilang yang di Balikpapan insyaallah 10 November ini akan kami resmikan. Kalau kami dorong B50 lagi untuk ke depan, kita berpotensi bisa suplai sendiri, bahkan ekspor solar,” ujar Bahlil dikutip dari CNBC Indonesia.
Kilang RDMP Balikpapan akan menjadi yang terbesar di Indonesia dengan kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel per hari, melampaui Kilang Cilacap yang berkapasitas 345 ribu barel. Penghentian impor solar juga akan didukung oleh penerapan program mandatori biodiesel B50, yang dijadwalkan berjalan pada semester kedua 2026.
Dalam laporannya, Bahlil menambahkan bahwa realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor energi telah mencapai 74–75 persen dari target Rp260 triliun yang ditetapkan dalam APBN 2025.
Presiden Prabowo, kata dia, memberikan arahan agar seluruh program energi strategis diselesaikan tepat waktu untuk mencapai kedaulatan energi nasional.
“Presiden menekankan pentingnya konsistensi. Semua program yang sudah berjalan harus dituntaskan agar hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bahlil.

0Komentar