![]() |
| Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft Corporation dan seorang filantropis terkemuka. | World Economic Forum—CC BY-SA 2.0 |
CEO Tesla, Elon Musk, menyampaikan peringatan publik kepada Bill Gates pada 16 November melalui platform X. Musk meminta salah satu pendiri Microsoft itu segera menutup posisi short terhadap saham Tesla yang disebut telah dipegang lebih dari delapan tahun.
“Jika Gates belum sepenuhnya menutup posisi short gila yang dia pegang terhadap Tesla selama ~8 tahun, dia sebaiknya segera melakukannya,” tulis Musk.
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah dokumen regulasi menunjukkan Bill & Melinda Gates Foundation Trust menjual 17 juta saham Microsoft pada kuartal III/2025.
Penjualan itu mengurangi kepemilikan yayasan sekitar 65 persen dan menghasilkan dana sekitar US$8,7 miliar. Yayasan masih memegang 9,2 juta saham Microsoft senilai sekitar US$4,76 miliar.
Menurut biografi Elon Musk karya Walter Isaacson yang dirilis pada 2023, Gates awalnya menempatkan posisi short senilai US$500 juta terhadap Tesla. Posisi tersebut disebut menyebabkan kerugian sekitar US$1,5 miliar selama beberapa tahun.
Hingga kini belum ada konfirmasi apakah Gates masih mempertahankan posisi itu. Dalam wawancara sebelumnya, ia hanya menyebut isu tersebut sebagai “kesalahpahaman publik”.
Posisi short berarti investor bertaruh harga saham akan turun. Jika harga justru naik, kerugian bisa semakin besar seiring kenaikan harga saham. Tesla termasuk saham yang kerap menjadi target short sellers, dengan beberapa analis menilai valuasinya terlalu tinggi dibandingkan fundamental perusahaan.
Hubungan Musk dan Gates mulai memanas pada 2022 setelah pesan pribadi keduanya beredar. Dalam pesan itu, Gates mengakui belum menutup posisinya dan menawarkan pembahasan mengenai kemungkinan filantropi. Musk menolak.
“Maaf, tetapi saya tidak bisa menganggap serius filantropi Anda soal perubahan iklim ketika Anda memiliki posisi short besar terhadap Tesla, perusahaan yang paling banyak berbuat untuk menyelesaikan climate change,” tulis Musk, dikutip Fox Business dan CNN.
Di sisi lain, Gates dalam beberapa kesempatan menilai kendaraan listrik bukan satu-satunya solusi iklim. Ia menyebut tantangan terbesar berada di sektor seperti industri berat dan energi global. Dalam wawancara dengan Yahoo Finance, Gates menyebut Musk “punya kontribusi besar, tetapi pendekatannya kadang ekstrem”.
Saham Tesla ditutup di level US$404,35 pada 14 November. Data platform keuangan menunjukkan harga tersebut naik lebih dari 26 persen dalam 12 bulan terakhir, meskipun berada di bawah puncak terbaru US$478,45 pada awal November. Dalam lima tahun terakhir, saham Tesla tumbuh sekitar 148 persen.
Di tengah sorotan ini, para pemegang saham Tesla bulan ini menyetujui paket kompensasi senilai US$1 triliun bagi Musk. Hasil pemungutan suara menunjukkan dukungan lebih dari 75 persen.
Paket itu hanya akan diberikan jika Tesla mencapai target finansial dan operasional selama 10 tahun ke depan. Keputusan tersebut datang ketika Tesla menghadapi tekanan margin dan kompetisi kendaraan listrik yang semakin ketat di pasar global.

0Komentar