Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menemukan harga kebutuhan pokok berupa beras dalam kadaaan stabil saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Legi Solo,Kamis ( 13/11/05) (Humas Kementan)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan semua pihak agar tidak mempolitisasi isu pangan saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/11/2025). Peringatan tersebut disampaikan setelah muncul klaim dari salah satu tokoh nasional yang menyebut harga beras di pasaran melonjak tinggi dan tidak terjangkau.

“Boleh berpolitik, tapi jangan politisasi pangan. Ini untuk hajat hidup orang banyak, jangan dipolitisasi,” kata Amran usai meninjau harga beras di pasar rakyat, Kamis. Ia menegaskan, jika sektor pangan terganggu, stabilitas negara juga bisa terdampak.

Berdasarkan hasil sidak, harga beras di Pasar Legi Solo justru tercatat stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras SPHP dijual Rp12.000 per kilogram, di bawah HET Rp13.500, sementara beras premium dipatok Rp13.000 per kilogram, lebih rendah dari HET Rp14.900. 

“Kami tanya langsung ke pedagang karena ada tokoh nasional yang menyatakan harga melambung tinggi, padahal faktanya harga stabil,” ujarnya.

Amran juga memastikan stok beras nasional aman hingga akhir tahun. Data Perum Bulog menunjukkan cadangan beras mencapai 3,8 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah lembaga tersebut. 

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok di tiap provinsi telah diperkuat hingga dua kali lipat dari kondisi normal untuk mengantisipasi kenaikan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru. “Konsumsi biasanya naik 15–30 persen pada periode itu, jadi stok sudah disiapkan cukup,” ujar Ahmad Rizal.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi yang turut mendampingi sidak menambahkan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) aktif memantau harga bahan pokok setiap hari dan akan melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga. 

“Kami pastikan harga tetap terkendali, dan masyarakat bisa membeli dengan tenang,” katanya.

Seorang pedagang sembako di Pasar Legi, Srikati, mengonfirmasi harga beras saat ini stabil dan pembeli justru semakin ramai. 

“Beras SPHP banyak dicari karena harganya lebih murah,” ujarnya.

Kunjungan Mentan berlangsung sehari setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak ada pemotongan anggaran subsidi pangan sebesar Rp300 miliar dalam APBD 2026. Pernyataan itu disampaikan menyusul protes sejumlah anggota DPRD yang melakukan walk out saat pengesahan APBD pada Rabu (12/11/2025). 

“Tidak ada pemotongan untuk hal itu. Kalau memang masih perlu adanya perubahan, tentu akan kami bahas di APBD Perubahan,” ujar Pramono dalam keterangannya.

Pernyataan dua pejabat tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kestabilan harga dan pasokan pangan nasional menjelang akhir tahun, di tengah meningkatnya dinamika politik dan konsumsi masyarakat.