Kelompok Tempur Kapal Induk USS Gerald R. Ford bersama kapal perusak USS Winston S. Churchill, USS Mahan, USS Bainbridge, skuadron F/A-18E/F Super Hornet dari Carrier Air Wing Eight, serta pesawat pembom B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara AS di Laut Karibia, 13 November 2025. | Foto: U.S. Navy


Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Senin menawarkan negaranya sebagai mediator dalam ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sinyal dari Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang dialog dengan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, di saat eskalasi militer meningkat di kawasan Karibia.

“Kami adalah negara yang selalu mengupayakan perdamaian, dialog, dan penyelesaian konflik secara damai,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya. Ia menegaskan Meksiko siap membantu jika diperlukan dan menolak opsi invasi atau intervensi militer.

Situasi memanas setelah kapal induk USS Gerald R. Ford memasuki Laut Karibia pada 16 November. Sejumlah media internasional melaporkan pengerahan tersebut menjadi yang terbesar dalam beberapa dekade, dengan membawa lebih dari 4.000 personel, sembilan skuadron udara, pesawat tempur F/A-18 Super Hornet, dan kapal perusak pendukung.

Langkah militer ini terjadi bersamaan dengan operasi udara AS terhadap kapal-kapal yang diduga terkait penyelundupan narkoba. Sejak awal September, pejabat pertahanan menyebut sedikitnya 83 orang tewas dalam 21 serangan, meski bukti keterlibatan target dalam jaringan narkotika masih menjadi sorotan.

Trump sebelumnya menyebut kemungkinan membuka pembicaraan dengan Maduro. “Kami mungkin akan melakukan beberapa percakapan dengan Maduro, dan kita akan lihat bagaimana hasilnya,” ujarnya kepada wartawan akhir pekan lalu, setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio menetapkan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing.

Maduro pada Senin menyatakan kesediaannya bertemu Trump secara langsung. “Siapa pun yang ingin berbicara dengan Venezuela akan dapat melakukannya. Tatap muka, tanpa masalah apa pun,” ucapnya dalam siaran televisi nasional.

Tawaran mediasi Sheinbaum muncul bersamaan dengan pernyataan Trump yang menyebut dirinya “tidak keberatan” menyetujui serangan militer di wilayah Meksiko untuk memerangi kartel narkoba. Namun, Sheinbaum menolak keras hal tersebut.

“Itu tidak akan terjadi,” katanya menanggapi. “Kami beroperasi di wilayah kami dan tidak menerima intervensi dari pemerintah asing mana pun,” Ujar Sheinbaum

Rubio, dalam pernyataan terpisah, menyebut AS tidak akan mengambil tindakan sepihak di Meksiko. Meski demikian, Trump belum menutup opsi penggunaan kekuatan militer sebagai bagian dari agenda keamanan dan perang melawan narkoba.

Hingga kini, belum ada rencana resmi mengenai format atau waktu mediasi, dan belum ada reaksi lanjutan dari Washington maupun Caracas terkait tawaran Meksiko tersebut.