![]() |
| Jerman resmi melarang Huawei dari infrastruktur 6G setelah kekhawatiran soal keamanan jaringan dan intervensi Tiongkok. (AP Photo/Andy Wong) |
Pemerintah Jerman memastikan akan melarang Huawei dan pemasok asal Tiongkok lainnya dari jaringan telekomunikasi 6G. Pengumuman itu disampaikan Kanselir Friedrich Merz pada Kamis (13/11), di sela konferensi bisnis di Berlin.
Kebijakan tersebut akan berlaku untuk pengembangan infrastruktur telekomunikasi berikutnya, termasuk penggantian komponen yang saat ini dipakai di jaringan 5G.
“Jerman telah memutuskan mengganti komponen asal China di jaringan 5G sejauh mungkin. Untuk jaringan 6G, kami tidak akan mengizinkan komponen apa pun dari China,” kata Merz di hadapan peserta forum bisnis, seperti dikutip Bloomberg dan South China Morning Post.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran keamanan siber dan potensi penyalahgunaan akses teknologi telekomunikasi. Otoritas Jerman menilai keterlibatan perusahaan seperti Huawei berisiko membuka celah intervensi pemerintah Beijing, terutama dalam data sensitif dan infrastruktur strategis.
Sebelumnya, pada 2024 pemerintah telah mewajibkan operator untuk mencopot perangkat Huawei di jaringan inti 5G paling lambat akhir 2026. Pemerintah kini tengah mengkaji opsi kompensasi publik lebih dari €2 miliar kepada operator, termasuk Deutsche Telekom, Vodafone, dan Telefónica, untuk mempercepat proses penggantian perangkat.
Kebijakan pembatasan pemasok Tiongkok juga akan dibahas dalam agenda strategis Jerman–Prancis pada KTT 18 November mendatang. Merz menyebut isu kedaulatan digital akan menjadi salah satu pokok pembahasan bersama Presiden Emmanuel Macron dan pelaku industri.
“Kami akan membahas dengan industri apa yang bisa dilakukan, bukan hanya agar mandiri dari China, tetapi juga dari AS dan perusahaan teknologi besar lainnya,” ucap Merz.
Di tingkat Uni Eropa, Komisi Eropa sedang menggodok regulasi yang membuat rekomendasi penghindaran vendor “berisiko tinggi” menjadi aturan yang bersifat mengikat.
Pendekatan negara anggota sejauh ini bervariasi: Inggris dan Swedia sudah menerapkan larangan penuh, sementara Spanyol dan Yunani masih membuka ruang bagi pemasok Tiongkok. Finlandia termasuk yang terbaru memperketat aturan distribusi perangkat Huawei.
Sejumlah analis memperkirakan kebijakan transisi ini dapat meningkatkan biaya pembangunan jaringan 6G hingga 20 persen dan memperlambat timeline komersialisasi.
Operator diperkirakan beralih ke pemasok alternatif, terutama Nokia dan Ericsson yang berbasis di Eropa. Operator saat ini masih menunggu kepastian skema kompensasi dan jadwal teknis penggantian.

0Komentar