![]() |
| Indonesia dan Yordania sepakat mengembangkan teknologi drone melalui kolaborasi antara PT Pindad dan perusahaan pertahanan Yordania, Deep Element. (Wikimedia Commons) |
Indonesia dan Yordania sepakat mengembangkan teknologi drone melalui kolaborasi antara PT Pindad dan perusahaan pertahanan Yordania, Deep Element. Pengumuman kerja sama ini disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta, Jumat (14/11), setelah menerima kunjungan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Yousef Ahmed Al-Hunaity di Kementerian Pertahanan.
Kerja sama ini mencakup pengembangan drone intai dan drone tempur melalui skema joint manufacturing antara kedua perusahaan. Pemerintah menilai penguatan sektor industri pertahanan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan alutsista nasional dan memperluas jejaring mitra strategis internasional.
Menurut penjelasan Kementerian Pertahanan, langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang ditandatangani pada 12 April 2025.
Sejak perjanjian berlaku, sejumlah program telah berjalan, termasuk pelatihan Joint Tactical Air Traffic Control bagi perwira TNI AU, pengiriman prajurit ke King Abdullah Special Operations Training Center (KASOTC), serta partisipasi perwira menengah Yordania dalam pendidikan di Lemhannas RI.
“Deep Element itu adalah industri pertahanan yang sangat maju. Ini akan bekerja sama dengan Pindad untuk join manufaktur,” kata Sjafrie dalam keterangan kepada media. Ia menambahkan, perusahaan tersebut memiliki keunggulan dalam merancang drone untuk operasi pengintaian maupun misi tempur.
Sjafrie menyebutkan kerja sama ini juga akan diuji melalui latihan bersama yang dijadwalkan berlangsung besok. Latihan tersebut akan mendemonstrasikan penggunaan drone untuk operasi counterterrorism di Brigade Korpasgat.
“Kita juga sudah mengirim prajurit ke sana, dan besok ini akan dilihat hasil kerja sama latihan antara Yordania dengan Indonesia,” ujarnya.
Pengumuman ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II ibn Al Hussein ke Jakarta pada Jumat sore. Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung kedatangan Raja Abdullah II di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 16.05 WIB sebelum keduanya melanjutkan agenda pembahasan bilateral di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Raja Abdullah II menganugerahkan tanda kehormatan Bejeweled Grand Cordon Al-Nahda kepada Presiden Prabowo.
Kementerian Pertahanan menyebut pertemuan tingkat tinggi ini mempercepat kerja sama kedua negara di bidang intelijen, pelatihan pasukan, serta pengembangan industri pertahanan. Sejauh ini, kedua negara juga tengah menyiapkan pembentukan komite tetap untuk pertukaran informasi strategis.
Tidak ada pernyataan tambahan terkait jadwal produksi atau target implementasi joint manufacturing. Pemerintah menyebut pembahasan teknis masih berlangsung dan akan diumumkan setelah proses finalisasi.

0Komentar