G7 membahas opsi pemanfaatan aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina dalam pertemuan di Kanada. (REUTERS)

Menteri luar negeri dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) sepakat untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Rusia dan menelusuri opsi penggunaan aset negara Rusia yang dibekukan guna mendukung Ukraina. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan dua hari di Niagara, Ontario, Kanada, yang berakhir pada Rabu (12/11).

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pemerintah Kanada, para menteri menegaskan “dukungan tak tergoyahkan untuk Ukraina” dan menyerukan gencatan senjata segera berdasarkan garis depan saat ini. Mereka juga menekankan bahwa perbatasan internasional tidak boleh diubah dengan kekerasan.

G7 berkomitmen untuk memperkuat tekanan terhadap Moskwa melalui sanksi ekonomi tambahan serta menargetkan negara dan entitas yang dianggap membantu pembiayaan perang Rusia. 

Para menteri juga menyoroti dukungan militer dari Korea Utara dan Iran kepada Rusia, serta menyebut China sebagai “pendukung penting” karena keterlibatannya dalam penyediaan peralatan dan komponen berteknologi ganda.

“Kami mengakui diskusi yang sedang berlangsung mengenai berbagai opsi pendanaan, termasuk pemanfaatan lebih lanjut aset negara Rusia yang dibekukan di yurisdiksi kami secara terkoordinasi untuk mendukung Ukraina,” tulis pernyataan resmi G7 yang dikutip dari laman Global Affairs Canada.

Sebagai tindak lanjut, Kanada mengumumkan sanksi baru terhadap 13 individu, 11 entitas, dan 100 kapal yang terkait dengan armada bayangan Rusia. Pemerintah Ottawa juga untuk pertama kalinya menjatuhkan sanksi terhadap entitas yang menyediakan infrastruktur siber yang digunakan dalam strategi hibrida Rusia terhadap Ukraina.

Inggris, di sisi lain, menjanjikan bantuan senilai £13 juta (sekitar Rp265 miliar) untuk memperbaiki infrastruktur energi Ukraina. Selain itu, London juga mengumumkan rencana pelarangan layanan maritim bagi ekspor gas alam cair Rusia.

Namun, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengakui ruang sanksi sepihak Washington semakin terbatas. 

“Tidak banyak yang tersisa untuk kami beri sanksi dari pihak kami,” ujarnya kepada wartawan, dikutip dari Izvestia. Ia menambahkan bahwa sebagian besar perusahaan besar energi Rusia telah masuk dalam daftar sanksi AS.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut baik hasil pembahasan G7. Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengapresiasi komitmen negara-negara anggota untuk mendukung sistem energi Ukraina dan upaya menggunakan aset Rusia yang dibekukan sebagai sumber bantuan baru.

Pertemuan di Kanada ini menjadi lanjutan dari koordinasi G7 dalam menghadapi agresi Rusia di Ukraina, yang telah memasuki tahun ketiga sejak invasi dimulai pada Februari 2022.