Pesawat Boeing B-52 Stratofortress, pengebom strategis jarak jauh bertenaga jet subsonik Amerika Serikat. (U.S. Strategic Command)

Sebuah pembom strategis B-52H Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat melakukan misi latihan serangan simulasi di atas wilayah timur Finlandia pada 12 November 2025, terbang hanya sekitar 50 kilometer dari perbatasan Rusia. Operasi ini merupakan bagian dari latihan kesiapan militer NATO di sepanjang sayap timur Eropa.

Menurut Angkatan Udara Finlandia, latihan berlangsung di lapangan tembak Sotinpuro, di mana pengendali serangan terminal gabungan Finlandia menentukan target untuk simulasi pengeboman. Setelah itu, misi diperluas ke ruang udara Estonia, dengan pesawat mendekati jarak sekitar 40 mil dari perbatasan Rusia.

Dalam operasi multinasional ini, pembom B-52 dikawal oleh jet tempur F/A-18 Hornet milik Finlandia dan Eurofighter Typhoon dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris saat memasuki wilayah udara Estonia. 

NATO juga mengerahkan pesawat peringatan dini E-3A Sentry untuk memantau dan mengendalikan operasi udara tersebut, seperti dilaporkan Air & Space Forces Magazine dan United24 Media.

Pesawat pembom itu merupakan bagian dari Bomber Task Force Europe 26-1, yang ditempatkan di Pangkalan Udara Morón, Spanyol, sejak 8 November 2025. Unit ini berasal dari 2nd Bomb Wing Pangkalan Angkatan Udara Barksdale, Louisiana, dan dijadwalkan melaksanakan pelatihan bersama Finlandia, Swedia, Lituania, serta negara-negara sekutu lainnya di kawasan Baltik.

“Pengerahan ini menunjukkan kemampuan kami untuk merespons dengan cepat terhadap ancaman yang muncul serta mempertahankan pencegahan yang kredibel di sepanjang Sayap Timur dan Utara Eropa,” kata pernyataan resmi Angkatan Udara AS di Eropa (USAFE) dikutip dari USAFE Public Affairs.

Selain latihan dengan negara-negara Nordik, pembom B-52 juga diintegrasikan dalam operasi Baltic Air Policing yang saat ini dipimpin oleh Hungaria. Pilot Hungaria yang bertugas di bawah komando NATO ikut mengawal pembom strategis itu selama misi di atas wilayah Baltik.

Latihan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara NATO dan Rusia, setelah beberapa insiden pelanggaran ruang udara di Estonia, Lituania, Polandia, dan Rumania dalam beberapa pekan terakhir. 

Menurut laporan Reuters dan CSCE, aktivitas militer Rusia di sekitar kawasan Baltik juga meningkat, memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi di perbatasan timur aliansi.

Data pelacakan penerbangan sumber terbuka menunjukkan, B-52 terbang melintasi Swedia, Finlandia, Estonia, dan Latvia selama misi 12 November tersebut. 

Kemampuan pesawat ini melakukan operasi jarak jauh tanpa pangkalan permanen disebut mencerminkan fleksibilitas dan jangkauan strategis NATO dalam menjaga keamanan di wilayah Eropa utara.