![]() |
| Beberapa pesawat Garuda Indonesia yang sedang terparkir di apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Indonesia. (APLUSWIRE/Larissa Meidiana) |
PT Danantara Asset Management (Persero) memastikan pengawasan ketat atas penggunaan dana investasi Rp23,67 triliun yang dikucurkan kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Komitmen itu disampaikan Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, dalam konferensi pers di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Kamis (13/11/2025).
Penyertaan modal tersebut sebelumnya disetujui dalam RUPSLB Garuda pada Rabu (12/11/2025) di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Tangerang.
Dana investasi terdiri dari setoran modal tunai Rp17,02 triliun dan konversi utang pemegang saham Rp6,65 triliun. Dari total tersebut, sekitar Rp8,7 triliun dialokasikan sebagai modal kerja Garuda Indonesia, terutama untuk pemeliharaan dan perawatan pesawat.
Sementara itu, Rp14,9 triliun dialokasikan kepada Citilink, termasuk Rp11,2 triliun untuk modal kerja dan Rp3,7 triliun untuk pelunasan kewajiban pembelian bahan bakar kepada Pertamina untuk periode 2019–2021.
Dony menjelaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan setiap rupiah digunakan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
“Setiap penggunaan dana investasi akan dimonitor secara ketat untuk memastikan bahwa penggunaannya sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance,” ujarnya. Ia menyebut langkah ini penting untuk mendorong pemulihan menyeluruh Garuda setelah melalui proses restrukturisasi.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyampaikan bahwa suntikan dana dari Danantara membuka ruang bagi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan dan operasional.
“Kesempatan yang diberikan Danantara membuka peluang bagi Garuda untuk memperbaiki kinerja dan menyelesaikan berbagai permasalahan. Harapannya, dua tahun ke depan Garuda bisa sehat kembali,” kata Glenny dalam keterangannya.
Danantara menegaskan bahwa restrukturisasi Garuda tidak menimbulkan beban baru bagi APBN. Dony menyebut pembiayaan dilakukan melalui optimalisasi aset strategis negara yang sudah berada dalam pengelolaan pemerintah.
“Pendekatan ini mencerminkan pengelolaan aset yang mengutamakan disiplin keuangan, penciptaan nilai, dan keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan terpisah.
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menambahkan bahwa dukungan Danantara menjadi momentum bagi perusahaan untuk mempercepat transformasi bisnis di seluruh lini.

0Komentar