![]() |
| Foto: Ilustrasi/Kominfotik Pemprov DKI Jakarta |
Australia menegaskan dukungannya terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia melalui kerja sama dengan UNICEF dengan mendanai dua pusat keunggulan (Center of Excellence/CoE) di Bogor dan Papua.
Dukungan tersebut diumumkan Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Kamath menjelaskan, bantuan ini bertujuan memperkuat kebijakan berbasis bukti dan kapasitas pelaksanaan program nasional.
“Australia sangat senang dapat memberikan bantuan pembangunan melalui UNICEF untuk mendukung program MBG,” ujarnya.
Kerja sama antara Australia dan UNICEF Indonesia itu telah ditegaskan melalui perjanjian yang ditandatangani pada Maret 2025. CoE tingkat nasional berlokasi di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, sedangkan CoE regional berada di Universitas Cenderawasih (Uncen), Papua. Pusat keunggulan di IPB diluncurkan pada 11 Februari 2025, sementara di Uncen diresmikan pada 8 Juli 2025.
Menurut keterangan resmi Kedutaan Besar Australia, kedua pusat tersebut akan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor pangan, dan masyarakat untuk mengembangkan riset, pelatihan, serta pengelolaan kebijakan berbasis bukti.
CoE juga berfungsi menguji desain program MBG dan memperkuat kapasitas pemantauan serta evaluasi pelaksanaan di lapangan.
Program MBG sendiri diluncurkan pemerintah Indonesia pada 6 Januari 2025 sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045 dan misi Asta Cita. Program ini dirancang untuk mendukung peningkatan gizi anak dan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis di berbagai daerah.
Berdasarkan data Badan Komunikasi Kepresidenan per 18 Oktober 2025, program MBG telah menyalurkan 1,1 miliar porsi makanan kepada 35,5 juta penerima manfaat.
Program tersebut juga menciptakan lebih dari 418 ribu lapangan kerja baru dan memberdayakan hampir 19 ribu pelaku lokal, termasuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM pangan. Saat ini, terdapat 11.984 dapur MBG atau Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi yang aktif di seluruh Indonesia.
Dukungan Australia disampaikan di sela acara Australia–Southeast Asia Business Exchange di Jakarta, yang mempertemukan 29 perusahaan agribisnis Australia dengan mitra potensial di Indonesia.
Kepala Eksekutif sementara National Farmers Federation, Su McCluskey, mengatakan pihaknya melihat peluang kerja sama agribisnis di sektor hulu dan hilir antara kedua negara.
“Pertemuan ini membuka ruang bagi kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam penguatan rantai pasok pangan dan inovasi gizi,” kata McCluskey.
Langkah ini diharapkan memperkuat pelaksanaan program MBG serta membuka peluang investasi baru di sektor pangan dan gizi berkelanjutan antara Indonesia dan Australia.

0Komentar