Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai lawatan luar negeri pertamanya ke Asia sejak menjabat kembali pada Januari 2025, Jumat malam waktu setempat. Trump akan menghabiskan lima hari di kawasan tersebut, bertemu dengan sejumlah pemimpin Asia, termasuk Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan, serta menghadiri KTT ASEAN dan APEC.
Lawatan dimulai saat pejabat ekonomi senior AS dan China memulai pembicaraan perdagangan di Kuala Lumpur pada Sabtu pagi, sebagai upaya meredakan ketegangan sebelum pertemuan puncak Trump-Xi yang dijadwalkan pada 30 Oktober.
Trump dijadwalkan tiba di Malaysia pada Minggu pagi dan menghadiri KTT ASEAN ke-47 pada 26-27 Oktober, yang menandai kehadirannya pertama sejak 2017.
Dalam agenda bilateral, Trump akan bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim untuk membahas kerja sama perdagangan, investasi, pertahanan, dan keamanan.
Setelah Malaysia, Trump akan melanjutkan perjalanan ke Jepang untuk bertemu Perdana Menteri baru Sanae Takaichi. Pertemuan ini diperkirakan akan menyoroti rencana Jepang meningkatkan anggaran pertahanan dan investasi senilai US$550 miliar ke AS.
Lawatan ditutup di Korea Selatan untuk menghadiri KTT APEC di Gyeongju, dengan momen paling ditunggu adalah pertemuan tatap muka pertama Trump dan Xi Jinping sejak kepresidenan Trump kembali.
“Kami memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan Presiden Xi, dan dia juga memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan kami,” ujar Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih.
Kunjungan ini berlangsung di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan China. China sebelumnya mengumumkan kontrol ekspor baru terhadap elemen tanah jarang pada 9 Oktober, bahan penting untuk manufaktur teknologi tinggi dan industri pertahanan.
Menyikapi hal itu, Trump mengancam akan menerapkan tarif tambahan 100 persen terhadap barang-barang China mulai 1 November.
Pembicaraan perdagangan di Kuala Lumpur dipimpin Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer, dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng. Pertemuan ini merupakan putaran kelima negosiasi sejak Mei, dalam upaya mempertahankan gencatan senjata perdagangan yang rapuh.
Trump sebelumnya sempat mengancam menaikkan tarif impor China hingga total 155% jika tidak tercapai kesepakatan. Gencatan senjata tarif saat ini berlaku hingga 10 November.
Selain isu perdagangan, Trump juga berencana membahas Taiwan dan kasus Jimmy Lai, pendiri surat kabar pro-demokrasi Apple Daily yang kini dipenjara di Hong Kong.
“Itu ada dalam daftar saya. Saya akan menanyakan kita lihat nanti hasilnya,” kata Trump.
Lawatan ini juga terjadi di tengah penutupan pemerintah federal AS yang memasuki hari ke-24. Pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer mengkritik langkah Trump, menyebut, “Amerika tutup dan Presiden meninggalkan kota.”

0Komentar