![]() |
| Rusia melancarkan serangan besar ke Ukraina dengan 1.200 drone, 1.360 bom udara, dan 50 rudal dalam sepekan. (Tangkapan layar video Al Jazeera) |
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan skala serangan Rusia yang mengejutkan terhadap negaranya. Dalam satu minggu terakhir, Moskow disebut meluncurkan hampir 1.200 drone serangan, lebih dari 1.360 bom udara terpandu, dan lebih dari 50 rudal yang sebagian besar menargetkan infrastruktur sipil dan kawasan pemukiman di berbagai wilayah Ukraina.
Serangan terbaru terjadi pada Minggu dini hari (26 Oktober 2025), ketika Rusia meluncurkan 101 drone dari berbagai jenis ke arah Kyiv.
Menurut data dari Angkatan Udara Ukraina, 90 di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara. Namun, sebagian drone berhasil menembus pertahanan dan menimbulkan kerusakan parah di beberapa distrik ibu kota.
Distrik Desnianskyi menjadi salah satu yang paling terdampak. Sebuah gedung apartemen sembilan lantai dilaporkan hancur sebagian setelah terkena serangan langsung. Seorang ibu dan anak perempuannya yang berusia 19 tahun tewas di lokasi, sementara total tiga orang meninggal dunia dan 33 lainnya luka-luka, termasuk tujuh anak-anak.
“Setiap serangan Rusia adalah upaya untuk menimbulkan kerusakan sebanyak mungkin pada kehidupan biasa. Mereka menargetkan rumah, anak-anak, dan infrastruktur sipil,” kata Zelensky dalam pernyataannya yang dikutip dari Pravda Ukraina (26/10/2025) dan Ukrinform.
Meningkatnya intensitas serangan memicu respon cepat dari Barat. Pada 22 Oktober 2025, pemerintahan Trump di Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terberat sejak invasi Rusia dimulai, dengan memblokir penuh dua raksasa energi Rusia, Rosneft dan Lukoil, beserta 34 anak perusahaan mereka.
“Sanksi ini diberlakukan karena Rusia tidak menunjukkan komitmen serius untuk mengakhiri perang,” ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dikutip dari Fox Baltimore.
Keesokan harinya, Uni Eropa juga mengumumkan paket sanksi ke-19 terhadap Rusia. Paket ini memperkenalkan larangan total impor gas alam cair (LNG) Rusia yang akan berlaku mulai Januari 2027, serta memperluas pembatasan terhadap lembaga keuangan dan penyedia layanan kripto yang terafiliasi dengan Moskow.
Dalam pernyataan resmi European External Action Service (EEAS), UE juga menambahkan 69 individu dan entitas baru ke daftar sanksi, serta 117 kapal tambahan, sehingga total armada bayangan Rusia yang diblokir mencapai 557 kapal.
Perwakilan Tinggi Uni Eropa Kaja Kallas menegaskan, “Semakin sulit bagi Putin untuk membiayai perangnya. Langkah ini memastikan tekanan ekonomi terhadap Rusia terus meningkat.”
Zelensky menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah tersebut namun menekankan perlunya tekanan berkelanjutan.
“Tekanan pasti akan membantu mewujudkan perdamaian,” ujarnya dalam pidato malamnya di Kyiv.
Pejabat Gedung Putih menyebut, Washington dan sekutunya siap meluncurkan gelombang sanksi tambahan jika Rusia terus menolak upaya negosiasi damai.
Di Eropa, beberapa negara anggota dilaporkan sedang menyiapkan langkah-langkah tambahan untuk mempersempit ruang gerak ekonomi perang Rusia dalam beberapa minggu mendatang.
Sementara itu, di lapangan, Ukraina masih berjuang memperkuat sistem pertahanan udara dan memulihkan infrastruktur yang rusak. Serangan bertubi-tubi dari Moskow menunjukkan belum adanya tanda-tanda meredanya pertempuran di musim gugur ini.

0Komentar