![]() |
| Pertamina resmi akuisisi 24,5% hak partisipasi Blok Bobara di Papua Barat dari Petronas. Kolaborasi energi Indonesia-Malaysia perkuat ketahanan energi kawasan. (Wikimedia Commons) |
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi menandatangani Farm-Out Agreement (FOA) dengan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) untuk mengakuisisi 24,5% hak partisipasi di Blok Bobara, Papua Barat. Penandatanganan berlangsung pada Minggu (26/10/2025) di sela-sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan kedua perusahaan.
Dalam struktur kepemilikan baru, Petronas tetap menjadi operator dengan 51% hak partisipasi, sementara PHE dan TotalEnergies masing-masing memiliki 24,5%.
Blok Bobara terletak di perairan laut dalam Papua Barat dengan potensi sumber daya migas sebesar 6,8 miliar barrel oil equivalent (BBOE) dan luas wilayah 8.444,49 km².
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menekankan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar kontrak bisnis, tetapi juga simbol kemitraan energi Malaysia-Indonesia.
“Sinergi kapabilitas yang saling melengkapi, serta tanggung jawab bersama kita dalam memperkuat ketahanan energi kawasan dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujarnya, dikutip dari Bisnis.com.
Simon juga menyampaikan harapannya agar Pertamina mendapat dukungan untuk memperluas bisnis di Malaysia, termasuk peluang menjadi operator di Malaysia Balingian PSC dan proyek lain yang dikelola Petronas.
Penandatanganan FOA ini disaksikan langsung oleh Presiden dan Group CEO Petronas, Tan Sri Tengku Muhammad Taufik, beserta pejabat tinggi kedua perusahaan.
Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, menekankan bahwa akuisisi di Blok Bobara sejalan dengan strategi PHE untuk mengeksplorasi dan mengembangkan peluang baru di area frontier Indonesia Timur.
“Kemitraan di Blok Bobara mencerminkan sinergi kuat dan komitmen bersama di antara Pertamina, Petronas, dan TotalEnergies untuk melangkah maju,” katanya, seperti dikutip dari Kontan.co.id.
Blok Bobara memiliki kontrak bagi hasil (PSC) selama 30 tahun yang ditandatangani pada Mei 2024. PHE memiliki komitmen investasi senilai US$16,92 juta untuk studi geologi, survei seismik 2.000 km², serta bonus tanda tangan sebesar US$50 ribu.
Sebelumnya, TotalEnergies telah mengakuisisi 24,5% hak partisipasi dari Petronas pada Juni 2025, sehingga FOA ini melengkapi struktur kepemilikan blok migas tersebut (Tempo.co, Enerdata.net).o
Akuisisi ini menegaskan posisi PHE dalam pengembangan migas di wilayah frontier dan memperkuat kolaborasi energi antara Indonesia dan Malaysia.
Blok Bobara yang kaya potensi sumber daya memberikan peluang penguatan ketahanan energi kawasan serta menjadi pintu bagi Pertamina untuk memperluas jaringan bisnis internasional.

0Komentar