Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan pengadaan helikopter Sikorsky S-70M Black Hawk untuk memperkuat alutsista TNI AD. Keputusan akhir menunggu evaluasi dari TNI sebagai pengguna langsung. (Lockheed Martin)

Pemerintah Indonesia tengah mengkaji kemungkinan pengadaan helikopter Sikorsky S-70M Black Hawk buatan Amerika Serikat untuk memperkuat jajaran alutsista TNI, khususnya Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad). 

Proses ini dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) bekerja sama dengan tiga matra TNI, dengan menunggu evaluasi final dari TNI sebagai pengguna langsung sebelum mengambil keputusan resmi.

“Kami masih menunggu hasil kajian dari TNI. Semua proses pengadaan alutsista dilakukan melalui evaluasi internal agar negara mendapatkan peralatan terbaik untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah,” ujar Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Langkah ini berlanjut dari kesepakatan awal pada Agustus 2023, ketika Indonesia menandatangani kontrak dengan Lockheed Martin untuk pengadaan 24 unit Black Hawk. 

Namun, pada Februari 2024, jumlah pesanan disesuaikan menjadi 22 unit, menyesuaikan dengan kebutuhan operasional dan anggaran negara. 

Puspenerbad telah menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk pembangunan shelter dan gudang materiil di Lanudmad Ahmad Yani, Semarang, untuk menyambut armada baru tersebut.

Helikopter S-70M Black Hawk dikenal sebagai platform multiguna yang mampu melakukan transportasi pasukan, evakuasi medis, dan dukungan tembakan udara. 

Keandalan dan fleksibilitasnya membuat helikopter ini menjadi pilihan banyak negara untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara mereka.

Puspenerbad sendiri memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas pasukan dan operasi udara TNI AD. Dengan tambahan Black Hawk, unit ini diharapkan bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional.

Sumber internal Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa keputusan akhir pengadaan akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kesiapan infrastruktur, anggaran, serta kebutuhan operasional TNI di masa depan.