![]() |
| Brasil resmi menyatakan niat menjadi anggota penuh ASEAN dalam kunjungan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva ke Sekretariat ASEAN di Jakarta. (Getty Images) |
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mencatat sejarah baru dalam hubungan Amerika Latin dan Asia Tenggara. Jumat (24/10/2025), Lula menjadi kepala negara Brasil pertama yang mengunjungi Sekretariat ASEAN di Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, Lula secara terbuka menyatakan ambisi Brasil untuk menjadi anggota penuh organisasi kawasan itu.
“Brasil bekerja untuk menjadi anggota penuh ASEAN. Kita memiliki wajah seperti negara-negara ASEAN dan kita ingin menjadi anggota penuh,” ujar Lula dalam konferensi pers di Sekretariat ASEAN, Jakarta.
Langkah Lula ini disebut sebagai upaya memperluas jangkauan diplomasi Brasil di Asia, sekaligus memperkuat peran negara itu dalam kerja sama ekonomi lintas kawasan. Saat ini, Brasil baru berstatus Mitra Dialog Sektoral ASEAN sejak 2022, namun belum memiliki posisi setara dengan anggota penuh yang seluruhnya berasal dari Asia Tenggara.
Sehari sebelum kunjungan ke ASEAN, Lula bersama Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan delapan nota kesepahaman strategis senilai lebih dari US$5 miliar atau sekitar Rp83 triliun di Istana Merdeka, Kamis (23/10/2025). Kesepakatan ini mencakup kerja sama di bidang energi, pertambangan, sains dan teknologi, statistik, serta pertanian.
“Hari ini kita saling menyaksikan kerja sama ekonomi yang signifikan yang nilainya ditandatangani lebih dari US$5 miliar,” kata Prabowo di Istana Merdeka. Nilai investasi tersebut mewakili hampir seperempat dari total investasi langsung Indonesia dalam setahun.
Salah satu fokus utama kerja sama itu adalah pengembangan bioenergi. Brasil dikenal sebagai produsen etanol terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, kolaborasi ini akan membuka peluang transfer teknologi dan mempercepat program bioenergi nasional Indonesia.
Dalam momen yang sama, Lula juga melontarkan ide penggunaan mata uang lokal—rupiah dan real dalam perdagangan bilateral kedua negara. Langkah ini dinilai bisa mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat.
“Indonesia dan Brasil ingin membahas kemungkinan perdagangan menggunakan mata uang masing-masing,” ujar Lula.
Usulan ini sejalan dengan arah kebijakan de-dolarisasi yang kini banyak didorong oleh negara-negara berkembang untuk memperkuat stabilitas ekonomi domestik di tengah fluktuasi dolar.
Selain isu ekonomi, Lula dan Prabowo juga menegaskan sikap bersama terhadap sistem perdagangan dunia yang lebih adil. Keduanya menyuarakan dukungan terhadap multilateralisme dan menolak praktik unilateralisme.
“Kita menginginkan multilateralisme, bukan unilateralisme. Kita menginginkan demokrasi perdagangan, bukan proteksionisme,” tegas Lula.
Setelah rangkaian kunjungan di Jakarta, Lula dijadwalkan menghadiri KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26–28 Oktober 2025. Ia akan menjadi presiden Brasil pertama yang berpartisipasi dalam forum tahunan ASEAN tersebut.

0Komentar