Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap rumahnya dijarah saat demonstrasi ricuh di Jakarta akhir Agustus 2025. Ia kehilangan lukisan pribadi, sementara korban jiwa tercatat di sejumlah daerah. Polisi tengah menyelidiki dugaan penyerangan terencana. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan rumahnya menjadi sasaran penjarahan saat gelombang demonstrasi berlangsung di Jakarta pada akhir Agustus 2025. Ia menyebut serangan itu terencana, terkoordinasi, dan dilakukan oleh orang-orang terlatih.

Dalam unggahan di akun Facebook pada Rabu (3/9/2025), Sri Mulyani menyatakan salah satu barang yang hilang adalah lukisan karyanya sendiri yang disebut memiliki makna mendalam.

“Lukisan Bunga itu telah raib lenyap seperti lenyapnya rasa aman, rasa kepastian hukum dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia,” tulisnya.

Penjarahan rumah Sri Mulyani terjadi di tengah rangkaian aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di Jakarta dan sejumlah daerah. Aksi yang bermula pada pekan terakhir Agustus itu disebut melibatkan massa besar dengan bentrokan antara demonstran dan aparat.

Menurut catatan lembaga pemantau, sedikitnya tujuh orang tewas dalam kerusuhan, termasuk seorang pengemudi ojek daring yang dilaporkan terlindas kendaraan taktis di Jakarta, serta sejumlah korban dalam kebakaran Gedung DPRD Sulawesi Selatan di Makassar.

Sri Mulyani mengakui kerugian pribadi yang dialaminya tidak sebanding dengan korban jiwa.

“Minggu kelabu akhir Agustus itu ada korban yang jauh lebih berharga dibanding sekadar lukisan saya, yaitu korban jiwa manusia yang melayang yang tak akan tergantikan,” tulisnya.

Kepolisian hingga kini belum merinci siapa pelaku penjarahan rumah Sri Mulyani. Juru bicara Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan pihaknya tengah mengumpulkan bukti dan keterangan terkait dugaan penyerangan terencana tersebut.

“Tim gabungan masih bekerja, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan saksi-saksi di lokasi. Kami akan sampaikan perkembangan resmi setelah ada hasil,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Sementara itu, sejumlah warga sekitar kediaman Sri Mulyani menuturkan situasi mencekam saat massa masuk ke kompleks rumah menteri tersebut. 

“Tiba-tiba saja banyak orang masuk, berteriak-teriak, lalu pintu rumah jebol. Kami tidak bisa mendekat karena takut,” kata Rudi, seorang saksi mata.

Penjarahan kediaman menteri keuangan ini menambah sorotan terhadap eskalasi unjuk rasa yang berubah menjadi kerusuhan di berbagai wilayah. Pengamat keamanan menilai peristiwa itu menunjukkan lemahnya pengendalian situasi di lapangan.

Dalam unggahan penutupnya, Sri Mulyani menekankan bahwa kerusuhan tidak melahirkan pemenang. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan.

“Indonesia adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan dan jangan menyerah pada kekuatan yang merusak itu,” tulisnya.