![]() |
| Pramono Anung menyebut profesi pemadam kebakaran kini menjadi cita-cita populer di kalangan anak-anak Jakarta. Lihat data dan pernyataan resmi dari Gulkarmat DKI. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin) |
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi jajaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) yang dinilai berhasil mendapatkan kepercayaan besar dari masyarakat. Menurut Pramono, profesi pemadam kebakaran kini bahkan menjadi salah satu cita-cita populer di kalangan anak-anak di Ibu Kota.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat membuka kegiatan Jakarta Fire Safety Challenge 2025 di halaman kantor Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta, Senin (15/9/2025).
Acara tersebut diikuti 1.896 peserta, terdiri dari 440 relawan pemadam kebakaran dari 44 tim kecamatan dan 1.456 anggota tim tanggap darurat dari 112 perusahaan.
“Bahkan di setiap acara ketika melibatkan anak-anak kecil, apakah itu taman kanak-kanak atau SD, ketika mereka ditanya kebanyakan apa cita-cita mereka di kemudian hari, rata-rata kebanyakan menjadi Damkar,” ujar Pramono di hadapan peserta, seperti dikutip dari kompas.com.
Pramono menilai tingginya apresiasi publik terhadap petugas damkar bukan hanya karena peran mereka memadamkan api, tetapi juga kemampuan multifungsi yang kerap ditunjukkan di lapangan.
Ia menyebut banyak warga menghubungi damkar untuk urusan kecil, mulai dari menurunkan kucing yang terjebak, mengambil kartu ATM yang tersangkut, hingga mengembalikan bola yang terlempar ke atap rumah.
“Damkar memang bekerjanya multifungsi. Kucing hilang, Damkar, ATM jatuh, ketelinsut, nggak bisa dikeluarkan, manggil Damkar. Bahkan bola masuk ke atas, ke atap, yang ditelepon adalah Damkar. Ini menunjukkan bahwa Damkar mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat dan kami berterima kasih,” kata Pramono.
Berdasarkan catatan Gulkarmat, hingga September 2025 telah terjadi 1.195 kejadian kebakaran di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 267 insiden atau sekitar 22 persen berhasil ditangani langsung oleh masyarakat sebelum petugas tiba. Angka ini disebut menjadi bukti tingginya partisipasi warga dalam penanganan awal kebakaran.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat kapasitas pencegahan kebakaran melalui pelatihan dan sertifikasi relawan.
“Kami dorong agar masyarakat punya kemampuan tanggap darurat. Kerja sama antara petugas dan warga sangat penting untuk menekan risiko kebakaran di Jakarta,” ujarnya.
Pramono menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap damkar tidak datang secara instan. Menurutnya, citra positif tersebut terbangun melalui kerja keras dan dedikasi jangka panjang para petugas.
“Kepercayaan yang seperti ini tidak datang tiba-tiba karena sesuatu yang dilakukan dalam jangka panjang dan kami akan menjaga itu,” katanya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memperkuat dukungan terhadap program-program damkar, termasuk memperbanyak pelatihan keselamatan kebakaran di perusahaan dan lingkungan masyarakat.
Popularitas profesi damkar di kalangan anak-anak dinilai menjadi dampak sosial positif dari kedekatan mereka dengan masyarakat. Pemprov berharap tren tersebut bisa semakin memotivasi generasi muda untuk menaruh perhatian pada keselamatan dan kepedulian sosial di masa depan.

0Komentar