Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen Indonesia memperdalam kemitraan strategis dengan China usai bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing, Rabu (3/9/2025).
Pertemuan tersebut membahas kelanjutan proyek infrastruktur besar, termasuk rencana pembangunan kereta cepat Jakarta–Surabaya dan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan pembahasan difokuskan pada pengembangan jalur kereta cepat yang memperpanjang proyek Jakarta–Bandung yang telah beroperasi.
“Rencana ini dapat memangkas waktu tempuh Jakarta–Surabaya menjadi sekitar 3,5 jam dari sebelumnya 10 jam melalui jalur darat,” kata AHY.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sedang menyusun pra-studi kelayakan dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp700 triliun.
Pemerintah menargetkan tarif lebih ekonomis dibandingkan kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Skema pendanaan melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) tengah dipertimbangkan untuk meminimalkan beban APBN.
Sejumlah rute alternatif telah disiapkan, termasuk jalur selatan melalui Kroya dan Yogyakarta sepanjang 629,5 km, jalur tengah melalui Cirebon–Purwokerto sepanjang 679,2 km, dan jalur utara yang juga menjadi opsi utama.
Selain kereta cepat, Prabowo juga membahas megaproyek Giant Sea Wall yang direncanakan membentang di pesisir utara Pulau Jawa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah membuka peluang investasi tidak hanya bagi China, tetapi juga bagi Korea Selatan, Jepang, hingga negara-negara Eropa.
“Proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional untuk melindungi kawasan pesisir dari banjir rob dan dampak perubahan iklim,” kata Airlangga.
Proyek tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar US$80 miliar atau Rp1,31 kuadriliun.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga mengungkapkan adanya beberapa investasi China yang menunggu persetujuan, termasuk proyek petrokimia di Kalimantan Utara.
Pada Juli 2025, pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Taikun Petro Chemical senilai US$5,94 miliar untuk proyek kilang dan petrokimia terintegrasi.
Sebelumnya, Ketua Dewan Energi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa proyek perpanjangan kereta cepat ini akan berjalan setelah peraturan presiden diterbitkan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, juga mendukung rencana tersebut dengan alasan percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Kunjungan Prabowo ke Beijing berlangsung kurang dari 24 jam dan juga mencakup pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas kerja sama ekonomi dan investasi.
Pertemuan ini digelar dalam rangka peringatan 80 tahun kemenangan perang perlawanan rakyat China.
Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah China dan menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui kemitraan strategis. Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus mengawal pembahasan lebih lanjut terkait dua proyek besar tersebut bersama para pemangku kepentingan.

0Komentar