Presiden Indonesia Prabowo Subianto tetap menghadiri parade militer di Beijing, China, pada Rabu (3/9/2025) untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, meski Indonesia tengah dilanda demonstrasi besar-besaran yang menewaskan sedikitnya enam orang.
Parade di Lapangan Tiananmen ini dihadiri lebih dari 25 pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Keputusan keberangkatan Prabowo diambil pada Selasa (2/9/2025) malam setelah sebelumnya sempat dibatalkan.
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, mengatakan pembatalan awal dilakukan karena presiden ingin memantau langsung situasi di dalam negeri.
“Bapak Presiden ingin memantau kondisi secara langsung, memimpin, dan mencari resolusi terbaik terhadap kerusuhan yang terjadi,” ujarnya.
Namun sehari sebelum parade, presiden memutuskan berangkat setelah menerima laporan bahwa situasi berangsur pulih.
“Hari ini beliau memantau situasi dan menerima laporan dari semua pejabat terkait bahwa kondisi kembali normal secara bertahap,” kata Prasetyo.
Gelombang demonstrasi yang meluas di 32 dari 38 provinsi dipicu pemberian tunjangan rumah kepada anggota DPR dan memanas setelah seorang pengemudi ojek daring tewas dilindas kendaraan polisi di Jakarta.
Insiden tersebut memicu kerusuhan, termasuk pembakaran gedung lima lantai di Kwitang serta penjarahan rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan sejumlah anggota DPR.
Pemerintah kemudian menjanjikan pencabutan sebagian tunjangan DPR dan memberlakukan moratorium kunjungan luar negeri bagi anggota dewan.
Sebelum berangkat ke Beijing, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tetap menghormati kebebasan berpendapat, namun menyoroti adanya pelanggaran hukum.
“Hak untuk berkumpul secara damai harus dihormati dan dilindungi, tetapi kita tidak bisa menutup mata ada tanda-tanda tindakan di luar hukum, bahkan mengarah pada makar dan terorisme,” katanya.
Parade militer di Beijing menampilkan pasukan berbaris, atraksi udara, serta peralatan tempur seperti tank generasi ke-4, jet tempur, sistem tanpa awak, dan rudal hipersonik anti-kapal.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping. Pakar hubungan luar negeri Darmansjah Djumala menilai langkah ini menunjukkan upaya diplomasi netral Indonesia di tengah rivalitas Amerika Serikat dan China.
Media internasional banyak menyoroti kunjungan Prabowo di tengah situasi dalam negeri yang tegang.
CNA (Singapura) menulis, “Indonesian President Prabowo visits China for WWII parade amid deadly protest at home,” sedangkan AFP (Perancis) menyebutnya sebagai “U-turn” yang terjadi “meskipun Indonesia baru saja dilanda protes mematikan dengan enam korban jiwa.” Amnesty International Indonesia melalui Direktur Eksekutifnya, Usman Hamid, mengkritik respons pemerintah.
“Pernyataan presiden tidak peka terhadap semua keluhan dan aspirasi yang disuarakan rakyat selama aksi,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Negara seharusnya merespons tuntutan publik dengan perubahan kebijakan yang komprehensif.”
Hingga Rabu malam, aparat mengerahkan lebih dari 70.000 personel militer di Jakarta dua kali lipat dibanding saat kerusuhan 1998.
Ratusan perempuan dengan pakaian pink membawa sapu turun ke jalan sebagai simbol “menyapu bersih” korupsi.
Situasi dilaporkan mulai terkendali, meskipun sejumlah kota seperti Solo, Yogyakarta, Medan, dan Manokwari masih melaporkan gangguan sporadis.

0Komentar