Yandex resmi meluncurkan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan dengan dukungan penuh bahasa Indonesia. Peluncuran ini menandai langkah serius Yandex menantang dominasi Google di pasar mesin pencari Indonesia. (Yandex)


Perusahaan teknologi asal Rusia, Yandex, resmi meluncurkan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan dukungan penuh bahasa Indonesia dalam acara AI Innovation Summit di Jakarta, Selasa (16/9). Langkah ini menjadi upaya serius Yandex untuk masuk ke pasar Indonesia dan menantang dominasi Google yang menguasai 92,55% pangsa mesin pencari di Tanah Air.

CEO Yandex Search International, Alexander Popovskiy, mengatakan teknologi pencarian saat ini tak cukup hanya menampilkan deretan tautan. 

“Mesin pencarian modern sudah tidak bisa lagi sekadar menampilkan deretan tautan, tetapi juga harus bisa memahami intensi pengguna, memberikan jawaban yang komprehensif sekaligus mencerminkan budaya dan konteks lokal,” ujarnya dalam peluncuran, dikutip dari Business Asia.

Yandex Search AI menggunakan jaringan saraf canggih yang telah dilatih khusus memahami bahasa Indonesia dan konteks lokal. Teknologi ini mampu memberikan jawaban ringkas dengan merangkum informasi dari berbagai sumber terpercaya serta menyertakan tautan referensi. 

Fitur lain yang ditawarkan adalah mode percakapan, memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan lanjutan tanpa kehilangan konteks awal.

Menurut perhitungan internal Yandex, sistem ini bisa menghemat waktu hingga satu minggu jika dibandingkan dengan pencarian manual di browser tradisional. Manfaat itu dinilai penting terutama untuk riset ilmiah maupun pembelajaran.

Pemerintah menyambut kehadiran teknologi baru tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut langkah Yandex sejalan dengan agenda transformasi digital Indonesia. 

“Kecerdasan artifisial merupakan pilar kunci bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan transformasi digital Indonesia,” katanya.

Popovskiy menegaskan strategi Yandex di Indonesia berbeda dari perusahaan teknologi multinasional lain. 

“Tujuan kami adalah mendirikan Yandex Indonesia sebagai perusahaan lokal yang benar-benar nasional, dijalankan dan dikendalikan oleh orang Indonesia,” ungkapnya.

Namun, ia juga mengakui tantangan besar dalam menghadapi dominasi Google. 

“Ketika membuka ponsel, Anda sudah langsung mendapatkan Google yang terpasang, baik di Android karena mereka menguasai maupun di iOS karena adanya perjanjian global,” ujarnya.

Beberapa negara seperti Uni Eropa, Rusia, dan India telah menerapkan regulasi choice screen yang memungkinkan pengguna memilih mesin pencari saat pertama kali menggunakan ponsel. Di Indonesia, aturan serupa disebut sudah ada, tetapi implementasinya masih menunggu detail turunan kebijakan.

Yandex Search AI saat ini dapat diakses gratis melalui laman yandex.com. Perusahaan menargetkan pengguna di Indonesia bisa segera merasakan pengalaman pencarian yang diklaim lebih cepat, lebih relevan, dan sesuai konteks budaya lokal.