Grab Indonesia resmi menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) sejak 29 Agustus 2025 untuk seluruh karyawan, menyusul eskalasi demonstrasi di Jakarta. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan langkah ini sejalan dengan imbauan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan bertujuan melindungi keselamatan pekerja.
Selain itu, perusahaan meluncurkan fitur darurat baru bernama Grab Respons Cepat (Gercep) yang mulai berlaku pada 2 September 2025, khusus untuk mitra pengemudi.
Menurut Neneng, kebijakan WFH akan terus berlaku hingga kondisi dianggap benar-benar membaik.
“Keselamatan karyawan merupakan prioritas utama kami. Karena itu, kami mengikuti arahan Pemprov DKI untuk sementara bekerja dari rumah,” ujarnya dalam konferensi pers online.
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta sebelumnya telah menerbitkan surat edaran yang berisi imbauan situasional bagi perusahaan untuk mengatur WFH.
Edaran tersebut tidak bersifat wajib, melainkan memberi fleksibilitas agar perusahaan dapat menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Mulai 2 September 2025, Grab menghadirkan fitur darurat Grab Respons Cepat (Gercep). Layanan ini menawarkan beberapa kanal bantuan, seperti saluran telepon darurat dengan waktu respons kurang dari 30 detik, pusat bantuan di aplikasi dengan respons di bawah 30 menit, serta live chat 24 jam yang merespons dalam 30 detik.
Gercep juga mencakup dukungan medis, konsultasi psikologis, bantuan hukum, dan pendampingan langsung di lapangan.
Grab menambahkan notifikasi titik rawan demonstrasi secara real-time, penghapusan penalti bagi pengemudi yang terlambat akibat disrupsi, hingga koordinasi dengan aparat berwenang.
“Gercep hadir agar mitra pengemudi memiliki saluran cepat ketika menghadapi kondisi darurat, baik secara kesehatan, psikologis, maupun hukum,” kata Neneng.
Selain itu, perusahaan meluncurkan program tambahan seperti “Traktir Driver” di GrabFood, di mana konsumen dapat membeli menu khusus untuk mendukung mitra.
Beberapa brand merchant, termasuk Hangry Group, ikut berpartisipasi dalam program tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Neneng juga menyampaikan kabar duka atas meninggalnya dua mitra pengemudi. Mereka adalah Affan Kurniawan (21) di Jakarta dan Rusmadiansyah di Makassar. Tiga pengemudi lain masih menjalani perawatan intensif.
“Kami bukan hanya perusahaan, tapi juga keluarga yang berjalan bersama mitra pengemudi, baik dalam suka maupun duka,” kata Neneng.
Ia menegaskan Grab berkomitmen menjaga keselamatan dan kesejahteraan mitra dengan pendekatan berbasis kekeluargaan.
Selain korban jiwa, demonstrasi juga menimbulkan kerusakan fasilitas kota. Beberapa halte Transjakarta, seperti di Bundaran Senayan dan Pemuda Pramuka, dibakar massa. Vandalisme serta penjarahan rumah pejabat dan fasilitas umum juga terjadi.
Respon serupa muncul dari perusahaan teknologi lain, seperti Gojek, yang menyampaikan dukungan moral dan mengganti foto profil resmi dengan latar gelap sebagai bentuk belasungkawa.

0Komentar