Presiden Prancis Emmanuel Macron umumkan akan akui Palestina sebagai negara. Indonesia langsung beri dukungan penuh dan desak negara lain ikut langkah Prancis. AS dan Israel menolak keras. (Wikimedia Commons)

Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi menyatakan akan mengakui Palestina sebagai negara. Pengumuman resmi dijadwalkan disampaikan Macron dalam Sidang Umum PBB pada September 2025 mendatang. Keputusan ini langsung disambut baik oleh Indonesia, yang sejak lama konsisten mendorong solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis 26 Juli 2025, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan dukungannya terhadap langkah Prancis. Jakarta menyebut pengakuan itu sebagai langkah positif menuju terbentuknya negara Palestina yang berdaulat dan merdeka, sesuai batas wilayah 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Pemerintah juga mendesak negara-negara lain untuk mengambil langkah serupa.

“Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Emmanuel Macron agar Prancis mengakui Negara Palestina,” tulis Kemlu RI dalam pernyataan resminya. “Kami juga mendesak semua negara yang belum mengakui Palestina untuk mengikuti langkah Prancis.”

Langkah Macron ini menjadikan Prancis sebagai negara G7 pertama yang mengambil posisi eksplisit dalam mengakui kedaulatan Palestina. Hingga saat ini, lebih dari 140 negara di dunia telah mengakui Palestina. Prancis menyusul Spanyol, Irlandia, dan Norwegia yang lebih dulu melakukan pengakuan pada paruh pertama 2025.

Di level domestik, dukungan Indonesia terhadap Palestina terus ditegaskan. Presiden Prabowo Subianto bahkan menyatakan kesiapan Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dengan syarat Israel mengakui terlebih dahulu kedaulatan Palestina. Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers bersama Macron di Jakarta, Mei 2025 lalu.

“Indonesia siap mengakui Israel jika Palestina diakui terlebih dahulu. Kami juga siap mengirim pasukan perdamaian,” kata Prabowo waktu itu.

Dukungan Indonesia terhadap pengakuan Palestina juga tercermin dalam upaya bersama dengan Prancis dan Arab Saudi, termasuk penyelenggaraan konferensi internasional untuk mendorong pengakuan timbal balik antara Palestina dan Israel. 

Dalam forum itu, Macron menegaskan pentingnya demiliterisasi Palestina dan pengakuan terhadap Israel. Di sisi lain, Prabowo menyampaikan kesiapan Indonesia berkontribusi dalam misi perdamaian.

Meski begitu, keputusan Prancis bukan tanpa kontroversi. Amerika Serikat mengecam langkah Macron sebagai keputusan yang dinilai sembrono dan justru menguntungkan Hamas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pengakuan tersebut sebagai “hadiah untuk terorisme.”

Sebaliknya, Otoritas Palestina dan Hamas sama-sama menyambut baik langkah Macron. Hamas bahkan mendorong negara-negara Eropa lainnya agar segera menyusul langkah Prancis.

Sementara itu, Menlu Prancis Jean-Noël Barrot menyebut pengakuan ini justru sebagai bentuk penolakan terhadap kelompok Hamas, karena mengedepankan solusi dua negara yang selama ini ditolak oleh kelompok tersebut.

Pengakuan Prancis terhadap Palestina diharapkan memicu efek domino di dunia Barat. Tekanan kini mengarah ke negara-negara besar lain seperti Inggris dan Jerman untuk menentukan sikap. 

Dalam waktu dekat, Prancis bersama Arab Saudi akan menggelar konferensi tingkat menteri di New York untuk memobilisasi dukungan internasional. Namun, AS sudah memastikan tidak akan menghadiri forum tersebut.

Indonesia diperkirakan akan memainkan peran aktif dalam forum-forum multilateral terkait isu ini, seiring komitmen lama Jakarta terhadap perjuangan Palestina. 

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina di PBB, OKI, dan berbagai forum internasional lainnya.

Langkah Macron dan respons cepat dari Indonesia dinilai memperkuat momentum baru dalam diplomasi Timur Tengah. Jika berhasil mendorong lebih banyak negara melakukan pengakuan, bukan tidak mungkin solusi dua negara kembali mendapat tempat dalam agenda global, setelah lama mandek akibat dinamika geopolitik yang kian rumit.